Bola / Bola Indonesia
Minggu, 26 Juli 2026 | 09:00 WIB
Konferensi pers Piala Presiden 2026 (suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Baca 10 detik
  • Sebanyak 24.000 tiket laga pembuka Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat habis terjual.
  • Pertandingan pembuka mempertemukan DPMM FC melawan Tampines Rovers serta Persib Bandung versus Arema FC.
  • Panitia melibatkan TNI, Polri, dan komunitas lokal guna memastikan keamanan serta kebersihan stadion.

Suara.com - Antusiasme tinggi ditunjukkan pecinta sepak bola terhadap Piala Presiden 2026.

Sebanyak 24.000 tiket laga pembuka di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dilaporkan habis terjual sebelum pertandingan dimulai.

Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, menyebut tingginya minat penonton menjadi sinyal positif bagi turnamen pramusim tersebut.

“Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar sudah habis,” ujarnya, Sabtu.

Laga pembuka menghadirkan pertandingan antara DPMM FC melawan Tampines Rovers.

Setelah itu, duel panas tersaji antara Persib Bandung dan Arema FC yang turut menyedot perhatian publik.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Arema FC pada laga perdana Grup A Piala Presiden 2026. [Dok Persib.co.id]

Panitia memastikan berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, terutama dari sisi keamanan.

Pengamanan melibatkan TNI, Polri, steward, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami sangat terbantu oleh unsur keamanan sipil, steward, TNI, dan Polri, termasuk dukungan pemerintah daerah,” kata Tsamara.

Baca Juga: Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Selain keamanan, panitia juga memberi perhatian pada kebersihan stadion.

Sejumlah komunitas di Bandung dilibatkan bersama personel TNI untuk menjaga area stadion tetap bersih.

Panitia turut mengajak suporter membangun budaya baru dengan menjaga kebersihan selama dan setelah pertandingan.

Penonton didorong untuk mengumpulkan sampah agar dapat didaur ulang.

“Kami ingin meninggalkan budaya yang baik bagi suporter dan penonton ke depannya,” ujarnya.

Untuk memeriahkan suasana, panitia menyiapkan rangkaian hiburan sebelum pertandingan dimulai.

Kegiatan ini juga melibatkan anak-anak sekolah sepak bola (SSB) sebagai bagian dari upaya mendekatkan turnamen dengan masyarakat.

“Ini adalah hiburan untuk masyarakat. Kami ingin semua merasa menjadi bagian dari Piala Presiden,” kata Tsamara. [Antara]

Load More