Bola / Bola Dunia
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:13 WIB
Vietnam Disebut Lebih Dulu Jadi Negara ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Indonesia? [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Legenda sepak bola Thailand Wittaya Laohakul menyatakan Vietnam memiliki peluang terbesar menjadi tuan rumah Piala Dunia di ASEAN.
  • Ia menilai Vietnam unggul berkat perkembangan infrastruktur stadion dan sistem pembinaan pemain muda yang berstandar dunia.
  • Sebaliknya, ia menyatakan Thailand dan Indonesia dinilai belum memiliki fondasi serta fasilitas stadion yang memenuhi standar FIFA.

Suara.com - Legenda sepak bola Thailand, Wittaya Laohakul, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara.

Dibanding Indonesia, legenda Thailand itu menyebut Vietnam jadi negara di ASEAN yang memiliki kans paling besar untuk jadi tuan rumah Piala Dunia.

Dalam wawancara dengan media Thailand, Laohakul, menyoroti perkembangan signifikan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Ia bahkan menyebut Thailand mulai tertinggal dari segi infrastruktur dan sistem pembinaan.

“Negara lain berkembang jauh lebih cepat dari kami. Lihat Vietnam dan Singapura, mereka memiliki pusat pelatihan berstandar dunia,” ujarnya.

Enam negara yang dipastikan lolos Piala Dunia 2030 [FIFA]

Menurut Laohakul, Thailand selama ini terlalu percaya diri dengan klaim sebagai kekuatan utama di ASEAN.

Namun, kenyataannya mereka belum memiliki fondasi kuat untuk bersaing di level tertinggi.

Ia menegaskan bahwa pengembangan pemain muda di Thailand belum memenuhi standar internasional.

“Kami berbicara tentang ‘melampaui ASEAN’, tetapi faktanya kami belum benar-benar melangkah ke sana,” katanya.

Baca Juga: Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030

Ketika ditanya soal peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia, Laohakul secara terbuka meragukan kesiapan negaranya.

Ia menilai stadion dan infrastruktur Thailand belum memenuhi standar FIFA.

“Stadion utama kami belum memenuhi syarat Piala Dunia. Bahkan untuk menjadi tuan rumah bersama pun masih sangat sulit,” ujarnya.

Sebaliknya, ia berkali-kali memuji kemajuan Vietnam, terutama dalam hal fasilitas sepak bola dan sistem pengembangan.

Hal itu dinilai menjadi modal penting jika ingin terlibat dalam proyek besar seperti Piala Dunia.

Laohakul pun memberi sinyal kuat bahwa Vietnam bisa lebih dulu masuk dalam rencana tuan rumah bersama.

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa peta kekuatan sepak bola ASEAN sedang mengalami pergeseran.

Wacana tuan rumah bersama Piala Dunia di Asia Timur dan Asia Tenggara sendiri terus bergulir.

Sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, hingga Vietnam dan Indonesia disebut berpotensi membentuk aliansi untuk edisi 2038 atau 2042.

Load More