- Media Inggris The Times melaporkan Presiden FIFA Gianni Infantino diduga menawarkan jatah final Piala Dunia 2030 kepada Maroko.
- Tawaran tersebut dilakukan untuk memperoleh dukungan tertulis demi mempertahankan jabatannya pada pemilihan Mei 2027 mendatang.
- Posisi Infantino terancam akibat penolakan luas dari berbagai konfederasi atas rencana bisnisnya melibatkan investor swasta.
Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino kembali diterpa kontroversi serius.
Gianni Infantino dituding mencoba menyuap Federasi Sepak Bola Maroko demi mempertahankan jabatannya sebagai orang nomor satu di FIFA.
Laporan tersebut diungkap media Inggris The Times.
Dalam laporan itu disebutkan Infantino menawarkan jatah final Piala Dunia 2030 kepada Maroko sebagai imbalan atas dukungan tertulis.
Langkah ini disebut sebagai upaya terakhir Infantino di tengah tekanan global yang terus membesar.
Posisi pria asal Swiss itu memang sedang terancam setelah rencana bisnisnya menuai penolakan luas.
Sebelumnya, Infantino menggagas masuknya investor swasta ke dalam pengelolaan turnamen besar FIFA.
Namun, rencana tersebut gagal total dan memicu kritik keras dari berbagai konfederasi.
UEFA dan CONCACAF menjadi pihak paling vokal menentang kebijakan tersebut. Tak lama, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga ikut menyatakan sikap serupa.
Baca Juga: PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA
Dalam situasi genting, Infantino menggelar pertemuan darurat dengan pejabat penting Federasi Sepak Bola Maroko.
Maroko diketahui menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Menurut jurnalis The Times, Martyn Ziegler, Infantino belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur.
Ia justru disebut melakukan berbagai cara untuk mengamankan posisinya.
Salah satunya dengan menawarkan final Piala Dunia 2030 digelar di Stadion Hassan II yang baru di Casablanca.
Tawaran itu diduga sebagai imbalan politik untuk mendapatkan dukungan Maroko.
Berita Terkait
-
PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?
-
Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Persib Bandung Pastikan Tak Ada Konvoi Jika Juara Piala Presiden 2026, Fokus Tatap Musim Baru
-
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
Syiar Muhammadiyah di Papua Barat: Rektor UMPB Pastikan RTL Baitul Arqam Berjalan Tuntas
-
Harga Minyak Dunia Naik saat Iran, Oman dan AS Mau Tentukan Nasib Selat Hormuz
-
1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN
-
Data Pertumbuhan Ekonomi Solid, Rupiah Konsisten Menguat atas Dolar AS
-
Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?
-
Komisi III Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri, Publik Diminta Tak Percaya Isu Menyesatkan
-
Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih