Bola / Bola Indonesia
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Potret pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Instagram/erickthohir)
Baca 10 detik
  • Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf resmi di Maroko setelah rencana penjualan hak komersial FFE ditolak banyak pihak.
  • Tekanan keras dan ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola dunia membuat FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek tersebut.
  • Dewan Manajemen FIFA tetap memberikan dukungan penuh kepada Gianni Infantino meskipun posisinya sempat didesak mundur oleh konfederasi tertentu.

Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah polemik mengenai rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Itu setelah terjadi gelombang penolakan dari berbagai pihak kecuali PSSI pimpinan Erick Thohir.

Permintaan maaf itu tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani bersama Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, usai rapat darurat yang digelar di Rabat, Maroko beberapa waktu lalu.

Surat tersebut menjadi pernyataan publik pertama Infantino sejak proposal kontroversial itu diumumkan hingga akhirnya dibatalkan.

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]

Dalam surat tersebut, Infantino mengakui FIFA melakukan sejumlah kesalahan selama proses pembahasan proposal.

Salah satunya ketika dokumen mengenai rencana tersebut bocor ke media.

"Kami mengakui kesalahan juga terjadi setelah proposal tersebut bocor ke media. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan itu dan berkomitmen agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," demikian bunyi surat resmi FIFA.

Selain menyampaikan permintaan maaf, FIFA memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan terkait proposal FIFA Forward Enterprise.

Hasil evaluasi itu nantinya akan dipresentasikan dalam rapat Dewan FIFA berikutnya sebagai bahan perbaikan tata kelola organisasi.

Baca Juga: Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi

Kontroversi bermula ketika FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola aspek komersial dan operasional turnamen FIFA.

Dalam proposal tersebut, FIFA juga berencana melepas 20 persen saham perusahaan kepada investor swasta.

Rencana tersebut langsung memicu penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola.

UEFA, CONCACAF, hingga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjadi pihak yang paling keras menyuarakan keberatan terhadap proposal tersebut.

Bahkan, UEFA sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan.

Besarnya tekanan dari berbagai pihak akhirnya membuat FIFA memutuskan membatalkan proyek tersebut.

Load More