- Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf resmi di Maroko setelah rencana penjualan hak komersial FFE ditolak banyak pihak.
- Tekanan keras dan ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola dunia membuat FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek tersebut.
- Dewan Manajemen FIFA tetap memberikan dukungan penuh kepada Gianni Infantino meskipun posisinya sempat didesak mundur oleh konfederasi tertentu.
Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah polemik mengenai rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Itu setelah terjadi gelombang penolakan dari berbagai pihak kecuali PSSI pimpinan Erick Thohir.
Permintaan maaf itu tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani bersama Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, usai rapat darurat yang digelar di Rabat, Maroko beberapa waktu lalu.
Surat tersebut menjadi pernyataan publik pertama Infantino sejak proposal kontroversial itu diumumkan hingga akhirnya dibatalkan.
Dalam surat tersebut, Infantino mengakui FIFA melakukan sejumlah kesalahan selama proses pembahasan proposal.
Salah satunya ketika dokumen mengenai rencana tersebut bocor ke media.
"Kami mengakui kesalahan juga terjadi setelah proposal tersebut bocor ke media. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan itu dan berkomitmen agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," demikian bunyi surat resmi FIFA.
Selain menyampaikan permintaan maaf, FIFA memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan terkait proposal FIFA Forward Enterprise.
Hasil evaluasi itu nantinya akan dipresentasikan dalam rapat Dewan FIFA berikutnya sebagai bahan perbaikan tata kelola organisasi.
Baca Juga: Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi
Kontroversi bermula ketika FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola aspek komersial dan operasional turnamen FIFA.
Dalam proposal tersebut, FIFA juga berencana melepas 20 persen saham perusahaan kepada investor swasta.
Rencana tersebut langsung memicu penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola.
UEFA, CONCACAF, hingga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjadi pihak yang paling keras menyuarakan keberatan terhadap proposal tersebut.
Bahkan, UEFA sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan.
Besarnya tekanan dari berbagai pihak akhirnya membuat FIFA memutuskan membatalkan proyek tersebut.
Berita Terkait
-
Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur, Wacana Jual Saham Piala Dunia Picu Kontroversi
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Akal Bulus Infantino Pertahankan Jabatan Dibongkar PSSI-nya Yordania: Dia Tukang Peras!
-
Gelombang Pemakzulan Makin Kencang, PSSI: Kami Bersama Gianni Infantino!
-
Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di PIK2, Saat Tepat Wujudkan Rumah dan Kendaraan Impian
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Suspensi Berlanjut, Saham WIKA Masih Belum Bisa Dibeli
-
Investor China Ancam Seret Proyek PSEL Makassar ke Arbitrase Internasional, Klaim Rugi Rp2,4 T
-
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
-
Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Solusi Pangan hingga Teknologi Perahu Surya
-
Pemerintah Klaim Lapangan Kerja Baru Lebih Banyak Ketimbang PHK
-
Imigrasi Sumut Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BP3MI