- Ben Stom, pemain kelahiran Malang tahun 1886 dengan darah Bali, pernah memperkuat Timnas Belanda.
- Ia kembali ke Hindia Belanda sebagai perwira KNIL dan aktif berkontribusi mengembangkan sepak bola kolonial.
- Stom meninggal dunia di Den Haag pada tahun 1965 setelah menjalani karier militer dan penerbangan.
Selain bertugas militer, ia tetap aktif bermain sepak bola di Batavia bersama klub Oliveo.
Karier militernya terus menanjak dengan berbagai penugasan di Palembang, Toboali, hingga kembali ke Belanda sebagai letnan satu.
Pada 1912, ia ikut mendirikan organisasi sepak bola di Jawa, menandai kontribusinya dalam perkembangan sepak bola kolonial.
Tak hanya di darat, Stom juga meniti karier sebagai penerbang militer.
Ia menjalani pelatihan di Soesterberg dan sempat mengalami beberapa kecelakaan, termasuk pendaratan darurat pada 1919.
Meski beberapa kali mengalami insiden udara, kariernya tetap melesat.
Ben dipercaya sebagai komandan penerbangan di Indonesia dan kemudian menjadi instruktur di sekolah penerbangan Kalijati.
Di luar militer dan sepak bola, Stom juga aktif di dunia olahraga lain seperti tenis.
Ia bahkan memenangkan turnamen tenis pada 1926, menunjukkan kapasitasnya sebagai atlet multitalenta.
Baca Juga: Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
Karier militernya mencapai puncak saat ia dipromosikan menjadi letnan kolonel pada 1931.
Namun, kecelakaan mobil serius pada 1933 di daerah Toraja, memaksanya pensiun dan kembali ke Belanda setahun kemudian.
Setelah pensiun, namanya sempat muncul sebagai kandidat direktur Stadion Feyenoord pada 1935.
Namun, perjalanan hidup Stom tak lepas dari kontroversi.
Pada 1947, ia dijatuhi hukuman penjara karena keterlibatannya dalam organisasi buat Nazi, meski tidak ada laporan pelanggaran langsung dari tindakannya.
Bertus Stom meninggal dunia di Den Haag pada 18 Agustus 1965.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
-
Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF
-
Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?
-
336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu