- Analis ESPN Kenneth Perez menilai kartu merah Ole Romeny saat Fortuna Sittard melawan AZ Alkmaar sudah tepat.
- Romeny diusir wasit Serdar Gozubuyuk pada menit keempat akibat tekel keras bersepatu pul ke tulang kering Mateo Chavez.
- Perez menyatakan ketidaksengajaan tidak menghapus pelanggaran karena Romeny dinilai kehilangan kendali atas gerakannya di lapangan.
Suara.com - Mantan pemain timnas Belanda yang kini menjadi analis ESPN, Kenneth Perez, menilai kartu merah Ole Romeny saat Fortuna Sittard menghadapi AZ Alkmaar memang layak diberikan.
Striker Timnas Indonesia itu diusir wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Mateo Chávez pada menit-menit awal pertandingan.
Insiden tersebut terjadi ketika laga baru berjalan sekitar empat menit.
Romeny mengenai bagian tulang kering Chávez dengan pul sepatu sehingga wasit Serdar Gozubuyuk langsung mengeluarkan kartu merah.
Perez memahami bahwa Romeny tidak berniat mencederai pemain lawan.
Namun, menurutnya, tidak adanya unsur kesengajaan tidak menghapus pelanggaran yang terjadi di lapangan.
"Yang penting adalah memiliki kontrol atas gerakanmu," kata Perez dalam analisis ESPN saat jeda pertandingan.
Perez menilai Romeny kehilangan kendali atas gerakannya ketika mencoba melakukan tekel.
Ia menyebut sang pemain tampaknya tidak lagi mengetahui secara pasti posisi lawan maupun ke mana harus menempatkan kakinya.
Baca Juga: Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
"Anda bisa melihat Romeny tidak melakukan ini dengan sengaja. Tetapi dia sejenak tidak tahu lagi di mana lawannya berada dan di mana harus menempatkan kakinya. Namun, niat bukanlah ukurannya," ujar Perez.
Menurut Perez, keputusan wasit untuk memberikan kartu merah sudah tepat.
Ia bahkan menilai pelatih Fortuna Sittard tidak memiliki alasan untuk memprotes keputusan tersebut.
"Kartu merah yang tepat. Sebagai pelatih, Anda juga tidak bisa marah mengenai ini," katanya.
Perez kemudian memberikan penilaian keras terhadap aksi Romeny.
Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan kelemahan sang penyerang dalam mengontrol gerakan ketika berada dalam situasi perebutan bola.
Berita Terkait
-
Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Media Italia Beberkan Keuntungan Juventus Andai Merekrut Emil Audero
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?