- Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menyatakan sepak bola dan pendidikan tinggi bersinergi dalam Liga Universitas Coca-Cola 2026.
- Universitas Negeri Jakarta menjuarai Regional Jakarta di Stadion PTIK pada Minggu, 23 Agustus 2026, tanpa menelan kekalahan.
- Dua mahasiswa terpilih mewakili Indonesia ke Markas Besar PBB di New York untuk menyuarakan kampanye kesehatan mental.
Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan bahwa ekosistem sepak bola dan pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan untuk mencetak generasi muda berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kompetisi Liga Universitas Coca-Cola 2026 yang mengintegrasikan nilai sportivitas dan pendidikan mahasiswa.
Turnamen sepak bola antarkampus tersebut merampungkan Final Regional Jakarta di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Pada partai puncak, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil menumbangkan Universitas Pakuan (Unpak). Kemenangan itu memastikan UNJ menjadi juara Regional Jakarta dengan catatan tak terkalahkan sepanjang musim.
Kampus Jadi Wadah Pengembangan Karakter
Sebanyak 98 pertandingan yang melibatkan 15 tim universitas dari Jakarta dan Bandung menjadi bagian dari Liga Universitas Coca-Cola 2026.
Ratu Tisha menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai wadah pengembangan karakter mahasiswa di tengah kesibukan akademik.
"Liga Universitas Coca-Cola menunjukkan bagaimana sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mendukung perkembangan generasi muda, lebih dari sekadar kompetisi olahraga," kata Ratu Tisha.
Menurutnya, olahraga beregu dapat menjadi sarana untuk mengasah jiwa kepemimpinan mahasiswa.
Baca Juga: Erick Thohir Ogah Sepak Bola Wanita Jadi Proyek Sesaat: IWL Harus Berumur Panjang
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri, seiring dengan perjalanan akademik mereka," sambungnya.
Ratu Tisha juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga.
"Program seperti ini membutuhkan kemitraan yang kuat antara ekosistem olahraga, institusi pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah agar semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk terus berkembang," tambahnya.
UNJ Sempurna Tanpa Kekalahan
Di lapangan, UNJ tampil dominan sejak fase penyisihan grup Regional Jakarta. Tim tersebut memuncaki klasemen akhir dengan koleksi 38 poin dari 14 pertandingan.
Catatan tak terkalahkan itu diraih di bawah arahan pelatih Theophanic Isfahani Mustafa. Ia harus membagi fokus pemain yang juga terikat dengan kompetisi lain, seperti Liga 4 dan Elite Pro Academy (EPA) Liga 2 U-19.
Berita Terkait
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga
-
FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga
-
Sempat Dikira Gabung Klub Spanyol, Ini Fakta Pahit Marselino Ferdinan di Sevilla
-
FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik