- Maarten Paes pindah dari FC Dallas ke Ajax setelah dihubungi agennya saat mengalami jetlag di Portugal.
- Proses transfer berlangsung cepat dan ia langsung menemui direktur serta pelatih kiper Ajax sehari kemudian.
- Kepindahan tersebut dilatarbelakangi keinginan bermain di kompetisi Eropa serta berkumpul kembali bersama keluarga.
Paes mengaku kesempatan kembali bermain di Eropa menjadi salah satu alasan dirinya meninggalkan MLS dan FC Dallas.
“Klub seperti Ajax harus selalu lolos ke kompetisi Eropa. Baru-baru ini kami lolos ke fase liga Conference League. Saya sangat menantikannya dan itu menjadi salah satu alasan saya kembali ke sepak bola Eropa,” kata Paes.
Selain faktor sepak bola, kedekatan dengan keluarga juga menjadi pertimbangan penting bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.
Paes mengaku selama empat tahun di Dallas, dirinya menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya dan tinggal jauh dari keluarga serta teman-temannya.
“Semakin bertambah usia, kehidupan di luar sepak bola menjadi semakin penting bagi saya. Saya menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasih saya selama empat tahun,” ujarnya.