Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB
AVP Human Resources Business Partner Mekari, Ricky Surya Putra
BACA 10 DETIK
  • Pencari kerja keliru jika menggunakan satu CV untuk melamar ke banyak perusahaan berbeda.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Youth Economic Summit 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 7 November 2026.
  • CV fresh graduate harus sesuai dengan value perusahaan karena perusahaan mencari kandidat yang selaras dengan budaya kerja mereka.

Suara.com - Para lulusan baru atau fresh graduate sering kali menyusun satu CV atau riwayat hidup yang keren dan menyebarkannya ke beberapa perusahaan sekaligus saat mencari kerja.

Tapi menurut AVP Human Resources Business Partner Mekari, Ricky Surya Putra strategi itu keliru. Alasannya karena setiap perusahaan mencari kualifikasi karyawan yang berbeda. Dan, yang menurut dia paling penting, setiap perusahaan punya value yang unik.

Karenanya, saran Ricky, para lulusan baru pencari kerja harus menyusun CV yang sesuai dengan value masing-masing perusahaan yang dilamar.

“Fundamental tetap harus kuat, tapi alignment dengan value perusahaan yang dilamar tidak kalah penting,” kata Ricky di acara Youth Economic Summit atau YES 2026 yang dihelat Suara.com dan CORE Indonesia di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Ricky melanjutkan saat ini cukup mudah untuk mencari value dari setiap perusahaan. Pelamar bisa mempelajarinya dari media sosial perusahaan, seperti Instagram, yang menampilkan nilai dan budaya kerja di dalamnya.

Ricky menegaskan, yang dicari perusahaan bukan yang paling pintar di pasar kerja, melainkan yang paling tepat untuk bergabung. Perusahaan melihat kesesuaian value lebih dulu, baru menilai prestasi akademik dan pengalaman organisasi.

Ia memperingatkan, karyawan yang pintar tetapi tidak selaras dengan value perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Rekan-rekan di sekitarnya bisa ikut menurun semangatnya, sehingga kinerja tim secara keseluruhan turun meskipun individunya berprestasi.

Yang juga penting menurut dia adalah fundamental yang kuat. Ini biasanya mencakup kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Dua hal ini biasanya diukur lewat psikotes.

YES 2026 digelar  Suara.com bersama CORE Indonesia, serta didukung oleh Uni Eropa sebagai special participant. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari para sponsor seperti VIRIYAENB, OVO, Solaria, Manulife, MIND ID, Mekari, MangKatsu, Frisian Flag, Le Minerale, Garudafood, Tenku, Paling Kopi, dan Nissin Wafers.

Acara ini juga diramaikan oleh mitra komunitas seperti Ruang Gagasan, YourSay, Aliansi Remaja Independen, AIESEC Indonesia, Bajik Pendidikan, Generasi Energi Bersih Indonesia, Youth Ranger Indonesia, FOSSEI, FPCI Climate Unit dan Jakarta Mendunia.

Reporter: Fika

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com