-
John Herdman mengevaluasi strategi menyerang Timnas Indonesia saat bertanding dengan 10 pemain.
-
Kartu merah Thom Haye pada menit ke-37 membuat Indonesia ditahan imbang oleh Malaysia.
-
Pertandingan kontra Bangladesh pada Kamis mendatang menjadi penentu kelulusan Indonesia dari Grup A.
Suara.com - Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman memfokuskan perbaikan pada efektivitas skema penyerangan tim saat kekurangan jumlah pemain di lapangan. Langkah ini diambil sebagai strategi antisipasi menyongsong laga krusial menghadapi Bangladesh.
Evaluasi mendalam tersebut dipicu oleh kegagalan skuad Garuda mempertahankan dominasi serangan usai bermain dengan 10 orang melawan Malaysia. Indonesia tampil dominan pada awal laga sebelum dinamika pertandingan berubah akibat hukuman kartu merah.
Keputusan wasit mengganjar Thom Haye dengan kartu merah pada menit ke-37 memaksa Indonesia tampil bertahan sepanjang babak kedua. Situasi ini membuat tuan rumah gagal menciptakan satu pun ancaman berbahaya ke gawang lawan hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya pikir satu-satunya yang perlu diperbaiki adalah aspek menyerang dari strategi ketika bermain dengan 10 pemain," kata John Herdman sesuai pertandingan melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.
Dominasi permainan sebenarnya berhasil dipegang Indonesia saat komposisi pemain masih lengkap 11 orang. Skuad Garuda sukses menciptakan serangkaian peluang emas, termasuk tembakan yang membentur tiang gawang dan gol yang dianulir wasit.
Peta kekuatan berbalik drastis begitu Thom Haye meninggalkan lapangan pertandingan lebih awal. Kehilangan satu pilar di lini tengah membuat struktur serangan Indonesia lumpuh total dan terus berada dalam tekanan Malaysia.
Herdman mengakui anak asuhnya belum memiliki formula ofensif yang matang ketika harus bertarung dengan jumlah pemain terbatas. Akibatnya, fokus tim bergeser sepenuhnya pada koordinasi pertahanan demi menghindari kekalahan.
"Mungkin (ke depan) kami bisa lebih menyerang dengan formasi 10 pemain," katanya.
Hasil imbang di SUGBK ini menahan posisi Indonesia di urutan kedua klasemen sementara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan perolehan tiga poin. Indonesia kalah selisih satu gol dari Malaysia yang memuncaki grup meski mengantongi poin sama.
Laga ketiga melawan Bangladesh pada Kamis (1/10) menjadi ujian krusial bagi kebangkitan skuad Garuda. Di saat bersamaan, Malaysia dijadwalkan bersua Singapura untuk menentukan pemenang akhir penyisihan grup.
Pertandingan melawan Malaysia merupakan laga kedua bagi Indonesia dalam babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Laga kandang ini awalnya ditargetkan menjadi momen untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Namun, kartu merah yang diterima Thom Haye menguji ketahanan taktis dan mentalitas bertanding tim asuhan John Herdman. Evaluasi strategi menyerang dengan 10 pemain ini kini menjadi fokus utama demi memastikan kelulusan menuju fase berikutnya.