- Timnas Bangladesh menelan kekalahan tipis 0-1 dari Singapura pada pertandingan FIFA ASEAN Cup tanggal 28 September 2026.
- Pelatih Thomas Doley menyatakan bahwa masalah utama timnya adalah kegagalan penyelesaian akhir akibat tidak memiliki striker sempurna.
- Bangladesh menggunakan turnamen ini untuk mengidentifikasi kesalahan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan selanjutnya di SAFF Championship.
Pernyataan tersebut menjadi pekerjaan rumah Bangladesh menjelang pertandingan terakhir menghadapi Timnas Indonesia di partai terakhir.
Doley berharap pengalaman menghadapi tim-tim dengan peringkat lebih tinggi dapat membantu timnya mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya.
Doley menegaskan bahwa keikutsertaan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan.
Turnamen ini juga menjadi kesempatan mengukur kemampuan tim sebelum menghadapi tantangan di SAFF Championship.
“Kami datang ke sini bukan untuk mengalahkan semua orang. Kami datang untuk mengidentifikasi kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut,” ujarnya.
Pelatih asal Jerman-Amerika itu juga menyinggung perbedaan kualitas Bangladesh dengan sejumlah lawan di turnamen.
Timnas Indonesia, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura disebut memiliki peringkat yang jauh lebih tinggi.
Karena itu, Doley meminta pemainnya tidak kehilangan keberanian ketika menghadapi tim-tim tersebut.
Menurut dia, Bangladesh harus mampu bermain dengan bola, bukan sekadar mengejar lawan sepanjang pertandingan.