Kronologis Ancaman Pembunuhan ke Pemain Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:49 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Luke Vickery berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bay/wsj]
BACA 10 DETIK
  • Pemain Timnas Indonesia menerima ancaman pembunuhan di media sosial usai lolos ke final.

  • John Herdman mengkritik keras aksi perundungan siber warganet yang merusak mental para pemainnya.

  • Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh dengan skor 9-2.

Suara.com - Pelatih John Herdman membongkar sisi gelap kemenangan Timnas Indonesia usai mengamankan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah penggawa Skuad Garuda rupanya menjadi sasaran perundungan parah hingga ancaman pembunuhan di media sosial.

Fakta mengejutkan ini membayangi pesta kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh yang berakhir dengan skor mencolok 9-2. Herdman merasa sangat prihatin karena cemoohan publik terhadap performa anak asuhnya sudah melewati batas wajar.

"Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik," kata John Herdman usai laga.

Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada para pemain saat bertanding melawan Tim Nasional Malaysia dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye]

Ia menegaskan bahwa narasi miring dan ejekan yang beredar luas di jagat maya sama sekali tidak berdasar. Ejekan yang makin melenceng tersebut dinilainya sudah berubah menjadi aksi perundungan siber yang merusak kesehatan mental.

"Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar," katanya.

Bukan sekadar cemoohan, teror yang menimpa Skuad Garuda sudah mengancam keselamatan jiwa mereka. Situasi berbahaya ini dirasakan sangat memukul psikologis skuad Merah Putih di balik kesuksesan tim.

"Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan," ujarnya.

Sifat anonimitas di jejaring sosial dituding menjadi pemicu utamanya, membuat warganet begitu mudah melempar lontaran kasar tanpa memikirkan psikologis korban. Sikap pengecut di balik layar gawai tersebut terbukti memberikan dampak trauma mental yang membekas bagi para pemain profesional.

"Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," ucapnya.

Arsitek asal Inggris tersebut mendesak pencinta sepak bola tanah air untuk mengubah cara berinteraksi dan menghentikan kecaman destruktif, terutama kala tim sedang terpuruk. Seluruh elemen pendukung diajak untuk memelihara rasa empati kemanusiaan di atas rivalitas maupun hasil pertandingan semata.

"Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia," kata Herdman.

Keberhasilan melangkah ke babak puncak ini dipastikan setelah Indonesia menggilas Bangladesh pada laga penutup Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Tambahan poin penuh membuat Indonesia mengumpulkan total tujuh poin.

Raihan poin tersebut sebenarnya setara dengan koleksi Malaysia yang mencukur Singapura 6-0. Namun, Skuad Garuda berhak memuncaki klasemen berkat keunggulan produktivitas gol dan dijadwalkan menantang Thailand pada laga final, 5 Oktober 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com