Chanathip Songkrasin Waspadai Pengalaman Pemain Keturunan Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 05 Oktober 2026 | 11:52 WIB
Pemain Thailand Chanathip Songkrasin (kedua dari kiri) menendang bola melewati pemain Indonesia Rachmat Irianto (tengah) pada pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 antara timnas Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Singapura pada 1 Januari 2022. Roslan RAHMAN / AFP.
BACA 10 DETIK
  • Chanathip Songkrasin mengakui lonjakan kualitas Timnas Indonesia yang kini dihuni banyak pemain berkarir di Eropa.

  • Thailand siap bertarung melawan Indonesia dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta.

  • Pengalaman pemain diaspora di liga papan atas menjadi perhatian khusus kapten Thailand menjelang laga.

Suara.com - Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, melemparkan pujian terbuka atas lonjakan kualitas Timnas Indonesia yang kini dihuni banyak pemain berkarier di kompetisi top Eropa dan Italia. Gelandang gaek berusia 32 tahun tersebut menilai kehadiran legiun diaspora berprofil tinggi membuat kekuatan Indonesia jauh melambung dibanding beberapa tahun silam.

Pengakuan tersebut ia sampaikan menjelang laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kedua tim dijadwalkan saling sikut memperebutkan trofi bergengsi pada Senin (5/10/2026) malam WIB.

Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara diakui Chanathip telah bergeser cepat seiring masifnya pembenahan komposisi pemain Timnas Indonesia. Langkah taktis PSSI memboyong deretan pemain keturunan berkelas terbukti mendongkrak performa tim secara signifikan.

Pemain timnas Indonesia Rachmat Irianto (kiri) berebut bola dengan pemain Thailand Chanathip Songkrasin pada pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 antara timnas Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Singapura pada 1 Januari 2022.Roslan RAHMAN / AFP.

"Mungkin hampir tiga atau empat tahun lalu kami bertemu dengan Indonesia di final. Tentu saja, kalau ditanya apakah banyak perubahan, sekarang semua negara di ASEAN sudah berkembang sangat pesat," ujar Chanathip dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Minggu (4/10/2026).

Strategi pemanggilan pemain keturunan menjadi faktor utama yang paling menyita perhatian kapten tim berjuluk Gajah Warak tersebut. Kebijakan ini mengubah peta persaingan sepak bola kawasan karena menghadirkan amunisi bertaraf internasional.

"Kemudian, dari para pemain sepak bola, sekarang juga banyak terdapat pemain keturunan. Saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak pemain keturunan," jawab Chanathip.

Kehadiran talenta yang berkompetisi di kasta tertinggi Eropa memberikan nilai tambah besar pada ketahanan fisik maupun pemahaman taktik Garuda. Pengalaman berharga di liga papan atas menjadi modal krusial Indonesia saat meladeni tim-tim ASEAN.

"Mereka juga bermain di liga dengan level yang sangat tinggi. Tentu saja, mereka memiliki kekuatan fisik serta kemampuan dan keterampilan yang sangat baik," ucap Chanathip.

Meski mewaspadai kekuatan baru Indonesia, Chanathip mengaku sangat antusias kembali bertarung di panggung pamungkas. Partai final ini menjadi momen yang paling dinantikan skuad Thailand setelah sekian lama tidak saling berhadapan.

"Saya merasa senang, sangat senang, bahwa besok akhirnya kami akan bertemu dengan mereka. Kami sudah menunggu selama beberapa waktu untuk bisa bertemu dengan mereka lagi," tambah pemain berusia 32 tahun itu.

Rekor historis mencatat Chanathip pernah menjadi sosok menakutkan bagi Indonesia pada leg pertama final Piala AFF 2020. Saat itu, ia menyumbang dua gol saat membawa Thailand menang telak 4-0 di Stadion Nasional, Singapura.

Pertemuan pamungkas Chanathip kontra Indonesia terjadi pada leg kedua turnamen yang sama dengan skor akhir imbang 2-2. Kala itu, wajah skuad Indonesia masih didominasi pemain-pemain rilisan kompetisi lokal.

Kini konstelasi persaingan telah berubah total karena Skuad Garuda bertransformasi menjadi kekuatan yang jauh lebih matang. Jam terbang para pemain diaspora di Eropa, termasuk yang bermain di liga Italia, menjadi perhatian paling krusial dari sang kapten lawan.

Secara historis, rivalitas Indonesia dan Thailand selalu menyajikan duel bertensi tinggi di kawasan Asia Tenggara. Laga final di SUGBK diprediksi menjadi pembuktian sejauh mana lompatan kualitas Indonesia mampu meruntuhkan dominasi Thailand.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com