Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Gianni Infantino memperketat keamanan serta investasi fasilitas sepak bola Indonesia. (setpres)
BACA 10 DETIK
  • Federasi Sepak Bola Norwegia mengajukan dua laporan resmi kepada FIFA untuk menyelidiki Presiden Gianni Infantino.
  • Penyelidikan tersebut mencakup penghargaan Donald Trump, penanganan disipliner Folarin Balogun, serta proyek FIFA Forward Enterprise.
  • Tujuan pelaporan adalah meminta badan internal memeriksa fakta dan memastikan akuntabilitas serta tata kelola organisasi.

Suara.com - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengambil langkah mengejutkan dengan mengajukan dua laporan resmi terkait Presiden FIFA Gianni Infantino.

Norwegia meminta badan internal FIFA menyelidiki tiga persoalan kontroversial yang dinilai berkaitan dengan tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.

Dua laporan itu diajukan kepada Komite Etik FIFA serta Governance, Audit and Compliance Committee (GACC).

NFF meminta kedua badan tersebut memeriksa apakah proses pengambilan keputusan dan pengawasan FIFA telah berjalan sesuai aturan.

Presiden NFF Lise Klaveness selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik keras tata kelola FIFA.

Presiden Prabowo menerima kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, Senin [5/10/2026]. [Suara.com/Novian].

Ia menegaskan bahwa langkah Norwegia bukan untuk menentukan kesalahan Infantino terlebih dahulu, melainkan meminta fakta dalam tiga perkara tersebut diperiksa secara independen.

"Tujuan dari laporan ini sederhana: menemukan fakta dalam kasus-kasus tersebut dan memastikan akuntabilitas berdasarkan aturan FIFA sendiri," kata Klaveness.

Tiga kasus yang diminta untuk diselidiki

Kasus pertama berkaitan dengan FIFA Peace Prize yang diberikan kepada Donald Trump.

NFF mempertanyakan bagaimana penghargaan tersebut dibuat dan diberikan, termasuk apakah FIFA Council seharusnya dilibatkan serta apakah prosesnya sejalan dengan prinsip netralitas politik FIFA.

Kasus kedua menyangkut penanganan perkara disipliner penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

NFF meminta FIFA mengklarifikasi laporan mengenai kemungkinan adanya pengaruh politik terhadap proses disipliner tersebut serta memastikan independensi proses pengambilan keputusan.

Perkara ketiga berkaitan dengan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah proyek yang menyangkut restrukturisasi hak komersial FIFA dan pendanaan pengembangan sepak bola.

NFF mempertanyakan bagaimana proyek tersebut dapat berkembang tanpa keterlibatan FIFA Council yang terlihat serta meminta penjelasan mengenai komunikasi antara pimpinan FIFA dan calon investor.

Norwegia soroti dugaan penyalahgunaan kekuasaan

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com