- Timnas Indonesia U-15 menghadapi Portugal di Grup G Piala Dunia U-15 2026 di Azerbaijan pada Senin.
- Pelatih Portugal Tiago Matos membawa skuad utamanya untuk mengutamakan pengalaman internasional pemain muda dalam turnamen tersebut.
- Kompetisi ini menggunakan format delapan lawan delapan dengan durasi dua puluh menit setiap babak pertandingan.
Suara.com - Timnas Indonesia U-15 hari ini, Senin 26 Oktober 2026 akan melakoni partai berat di grup G Piala Dunia U-15 dan Festival 2026 melawan Portugal.
Portugal saat ini berada di peringkat pertama klasemen grup G dan belum terkalahkan dari 3 pertandingan.
Sementara Timnas Indonesia berada di posisi ketiga dengan mengoleksi 4 poin dari 3 pertandingan.
Portugal U-15 datang ke Azerbaijan dengan kekuatan terbaik mereka.
Pelatih Portugal U-15, Tiago Matos, menegaskan bahwa persiapan timnya tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan.
Matos ingin para pemain mendapatkan pengalaman internasional yang dapat mendukung perkembangan mereka di masa depan.
“Kami memandang kompetisi ini sebagai momen penting dalam proses pembinaan kelompok pemain ini, terutama bagi pemain U-15 karena ini akan menjadi pengalaman internasional pertama mereka,” ujar Matos kepada A Bola.
Portugal membawa 14 pemain dengan mayoritas berasal dari kelompok usia U-15. Tim pelatih juga menyertakan tiga pemain U-16 untuk membantu skuad beradaptasi dengan tuntutan turnamen.
Regulasi kompetisi memperbolehkan pemain kelahiran 2011 dan 2012 untuk berpartisipasi.
Namun, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) memilih menjadikan pemain U-15 sebagai fondasi tim agar mereka memperoleh kesempatan merasakan persaingan internasional sejak dini.
Keputusan tersebut berbeda dengan pendekatan sejumlah negara peserta. Spanyol, Brasil, dan Maroko, misalnya, disebut akan menurunkan tim yang seluruhnya terdiri dari pemain U-16.
Meski lebih mengutamakan pembinaan, Portugal tetap membawa target kompetitif.
Matos menegaskan timnya akan berusaha melangkah sejauh mungkin dalam turnamen tersebut.
“Bagaimanapun, kami adalah Portugal dan selalu memasuki setiap kompetisi dengan tujuan melangkah sejauh mungkin serta memberikan yang terbaik,” katanya.
Format 8 Lawan 8 Jadi Tantangan Baru