-
PPKGBK memperkuat struktur tanah lapangan SUGBK guna menampung panggung konser berbeban berat.
-
Pengerjaan struktur ditargetkan selesai November 2026 dan siap dipakai penuh April 2027.
-
Pengelola menjamin fungsi utama SUGBK sebagai kandang Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas.
"Pada tahun 2022, revitalisasi lapisan rumput telah dilakukan dalam rangka menyambut Piala Dunia U-20 2023 dengan melibatkan para ahli dan stakeholder berpengalaman. Proses tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling, penanaman rumput, hingga perawatan intensif," kata Rofik.
Dalam program terbaru ini, PPKGBK menyiapkan dua langkah utama, yakni modernisasi peralatan dan perkuatan pondasi lapangan. Tahapan modernisasi peralatan telah berjalan, sementara pekerjaan struktural ditargetkan rampung pada November 2026.
Setelah itu, uji coba penggunaan peralatan modern dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027. PPKGBK menargetkan SUGBK kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027.
Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK, David Prastyan, menjelaskan bahwa seluruh tahapan tersebut telah dirancang agar peningkatan fasilitas berjalan secara bertahap dan terukur.
"Program peningkatan FOP SUGBK ini telah berjalan secara bertahap, yang diawali dengan tahapan modernisasi peralatan. Pekerjaan struktural ini ditargetkan selesai pada November 2026. Selanjutnya, trial dengan peralatan modern akan diaplikasikan pada Februari 2027."
"Dengan demikian, SUGBK dipastikan sudah kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027. Perencanaan proyek menjadi bagian penting bagi inovasi di dalam menjaga dan memelihara sarana dan prasarana di GBK," ujar David.
PPKGBK memastikan penguatan struktur lapangan tidak akan menggeser fungsi utama SUGBK sebagai kandang Timnas Indonesia maupun lokasi agenda kenegaraan. Stadion tersebut tetap diprioritaskan untuk kepentingan olahraga dan kegiatan negara sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya.
Rakhmadi berharap peningkatan fasilitas ini dapat menjadi contoh bagi pengelolaan stadion nasional lainnya agar kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat tetap terjaga.
“Harapan kami, langkah ini dapat menjadi contoh bagi stadion-stadion nasional lainnya agar kualitas dan kebermanfaatannya bagi khalayak terus terjaga."
"Sebagai kawasan olahraga negara, kami pastikan stadion sepak bola di GBK akan selalu menjadi rumah utama bagi Timnas Indonesia dan agenda kenegaraan sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya,” tutup Rakhmadi.