Suara.com - Direktur Utama PT Persero Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Sunarso mengungkapkan, sejak awal Pandemi COVID-19 lalu, BRI sudah mengambil langkah strategis untuk membantu UMKM agar bisa terus survive.
“BRI juga telah menerapkan langkah antisipatif merespons berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit dampak COVID-19 pada bulan Maret 2023, di mana BRI telah menyiapkan soft landing strategy,” kata Sunarso.
Pasalnya, kata dia, UMKM memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, mencapai 60,3 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, sektor UMKM juga menjadi penyedia lapangan kerja utama dengan menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyediakan 99 persen lapangan kerja di Indonesia.
Dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menempatkan fokus pada memberdayakan dan menggerakkan aktivitas pelaku UMKM. Hal ini menjadi pendorong kinerja keuangan BRI selama masa pandemi.
BRI telah menghentikan kebijakan restrukturisasi kredit COVID-19 sejak tahun sebelumnya sebagai bagian dari penerapan prinsip perbankan yang bijaksana. Meskipun demikian, Sunarso, Direktur Utama BRI, optimis bahwa penghentian kebijakan tersebut tidak akan signifikan memengaruhi kualitas kredit atau kinerja keuangan BRI secara keseluruhan.
Untuk mengurangi risiko, BRI terus menyediakan cadangan yang memadai. Pada akhir Desember 2022, rasio Penyisihan Kerugian Penghapusan (NPL Coverage) BRI mencapai 305,73 persen. Cadangan ini dimaksudkan untuk mengatasi kemungkinan pemburukan kredit UMKM yang tidak bisa direstrukturisasi.
Meskipun pada Desember 2023, rasio NPL Coverage turun menjadi 229,09 persen, cadangan yang tersedia masih dianggap cukup untuk menghadapi potensi pemburukan kredit.
Pada bulan Februari, Sunarso mengumumkan bahwa nilai kredit restrukturisasi COVID-19 hingga Desember 2023 telah berkurang menjadi Rp54,5 triliun dari Rp107,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Polemik Penundaan BRI Liga 1, Bos Klub Persebaya Surabaya Angkat Bicara
“Apabila dihitung dari puncaknya, sebesar Rp210 triliun itu sudah keluar dari status restrukturisasi sehingga sekarang outstanding-nya tinggal Rp54 triliun,” kata Sunarso.
Sunarso meyakini, kebijakan stimulus restrukturisasi kredit sebagai respons terhadap dampak pandemi COVID-19 telah berhasil menyelamatkan banyak bisnis UMKM saat menghadapi krisis tersebut di Indonesia sejak tahun 2020.
Hal ini ia sampaikan usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan penghentian kebijakan restrukturisasi kredit, mengingat kondisi kuat sektor perbankan Indonesia saat ini.
Tag
Berita Terkait
-
Butuh Berapa Lot Saham BBRI Agar Dapat Dividen Rp100 Juta
-
Yuk Nabung di Deposito BRI! Simak Update Bunga Terbaru dan Caranya
-
BRI Sudah Siapkan Strategi Pasca OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit COVID-19
-
THR Cair? Jangan Lupa Sisihkan untuk Investasi! Ini Caranya di BRImo
-
Polemik Penundaan BRI Liga 1, Bos Klub Persebaya Surabaya Angkat Bicara
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak