Suara.com - Modus penipuan kini banyak terjadi di dunia digital, termasuk mengatasnamakan bank BRI. Kenali akun – akun resmi BRI di Tiktok, Twitter, Instagram, Facebook, dan Whatsapp agar nasabah terhindar dari penipuan.
Melansir situs resmi BRI, modus penipuan mengatasnamakan BRI masih marak bermunculan. Penipu bertindak mengatasnamakan BRI dengan mengunggah serta mengirimkan informasi palsu. Nasabah diharapkan tetap waspada dan berhati – hati dengan beredarnya informasi hoax terkait pembaharuan layanan dan perubahan tarif, layanan, biaya dan penagihan BRI. Selalu jaga kerahasian data pribadi untuk terhindar dari kejahatan perbankan.
BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati- hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI, termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dsb.) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber tidak resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BRI mengimbau kepada seluruh nasabah untuk waspada kepada segala bentuk modus penipuan dan kejahatan perbankan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Berikut adalah akun resmi BRI :
1. Twitter: @BANKBRI_ID, @kontakBRI, @promo_BRI
2. Instagram: @bankbri_id
3. Tiktok: bankbri_id
4. Youtube: BANK BRI
Baca Juga: Khusus Nasabah BRI! Ada Promo Spesial Perawatan Kecantikan di TRUE BEAUTY
5. Facebook: BANK BRI
Channel Contact BRI:
1. Contact BRI: 14017/1500017
2. Whatsapp (Sabrina) / SMS: 0812-12-14017
3. Facebook Messenger (Sabrina): BANK BRI
4. Email BRI: callbri@bri.co.id
Jangan Ragu untuk Laporkan
Segera laporkan apabila menemukan akun palsu. Karena dengan melaporkan akun tersebut, kamu bisa menjadi pahlawan buat diri kamu dan orang lain. Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi Contact BRI di 14017/1500017 atau mengirim email ke callbri@bri.co.id.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
TikTok Mau Buka Layanan Pesan Hotel-Pesawat, Mendag: Asal Transaksinya di Platform Lain
-
Rahasia Hemat Belanja Online: Pakai Kartu Kredit BRI Touch x Blibli Tiap Selasa!
-
Bromo Jazz Camp, Membangun Generasi Baru Musisi Jazz
-
Promo Terbatas! Belanja Kate Spade Lebih Hemat dengan Kartu BRI
-
Produknya Semakin Mendunia, Ini Kisah Klaster Rotan Trangsan yang Terbantu Berkat Pemberdayaan BRI
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce
-
Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional
-
Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi
-
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
-
Kucing-kucingan dengan Media! Eks Jampidsus Febrie Dicecar Tim 9 Kejagung Soal Timbunan Emas 74 Kg
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik