Suara.com - Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyarankan agar penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke pengusaha lokal di desa dapat dilakukan dengan melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Menurutnya, BRI memiliki jaringan luas hingga ke pelosok desa, sehingga dapat membantu memotong rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga pupuk menjadi mahal.
“BRILink yang sudah ada di desa-desa harus dilibatkan. Kerja sama dengan pengusaha lokal di desa akan efektif mengurangi praktik rente dalam bisnis pupuk,” kata Mekeng dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Mekeng menjelaskan bahwa BRI dapat berperan penting dalam memberikan pendampingan dan modal kerja kepada pengusaha lokal di desa yang tidak memiliki cukup modal untuk membeli pupuk. “Ketika mereka mengajukan pinjaman, BRI tidak akan langsung menyetujui tanpa melihat rekam jejak peminjam. BRI memiliki kemampuan untuk menilai kelayakan peminjam karena jaringan mereka bisa menjangkau hingga ke desa-desa, bahkan ke kampung-kampung,” ujarnya.
Sebagai bank nasional, BRI dinilai memiliki jaringan yang luas dan dapat membantu memperlancar distribusi pupuk bersubsidi. “Selama ini, harga pupuk menjadi mahal karena distribusinya melalui kabupaten. Jika pupuk dijual langsung di desa melalui pengusaha lokal, harganya pasti lebih murah. Selain itu, praktik mafia pupuk juga akan berkurang karena rantai distribusinya lebih dekat dengan petani,” tambah Mekeng.
Usulan ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, yang bertujuan memangkas rantai distribusi pupuk subsidi agar langsung dari pabrik ke petani.
“Untuk membangun toko atau memberdayakan masyarakat setempat yang ingin menjadi penyalur pupuk, BRI bisa memberikan modal kerja kepada mereka. Dengan begitu, petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengambil pupuk ke kota, yang membuat harga semakin mahal,” jelas Mekeng, dikutip dari Antara.
Mekeng menekankan pentingnya memberantas mafia pupuk subsidi yang selama ini menghambat distribusi dan menyebabkan harga pupuk melambung.
“Jika praktik mafia ini tidak diberantas, niat baik yang tertuang dalam Perpres ini tidak akan berjalan lancar. Tujuan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan juga akan sulit tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: Bukber di Edogawa Sushi dengan Kartu BRI & QRIS BRImo, Dapatkan Diskon 10 Persen!
Ia menambahkan, pemerintah perlu memastikan bahwa mafia-mafia yang menghambat penyaluran pupuk diberantas. “Tanpa langkah tegas, tujuan baik dari Perpres ini tidak akan optimal, dan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan akan terhambat,” katanya.
Mekeng juga menanggapi perubahan skema distribusi pupuk bersubsidi berdasarkan Perpres tersebut, yang menetapkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai distributor dan pengecer pupuk bersubsidi. Namun, ia memahami bahwa Gapoktan di berbagai daerah belum sepenuhnya siap menjadi mitra distributor atau pengecer karena keterbatasan kapasitas dan sumber daya.
Pada Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang mengalihkan peran Gapoktan sebagai distributor (lini 2) dan pengecer (lini 3) dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Kebijakan ini bertujuan memangkas mata rantai distribusi pupuk yang dinilai tidak efisien dan rentan penyimpangan.
Berita Terkait
-
BRI Peduli Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Pensiunan dan Warga Makassar
-
Paul Munster Jaga Mental Pemain Persebaya Surabaya, PSM Makassar Jadi Ujian Berat?
-
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, BRI Peduli Gelar Cek Kesehatan Gratis!
-
KPR BRI Spesial Ramadhan 2025, Bunga Terjangkau!
-
Bukber di Edogawa Sushi dengan Kartu BRI & QRIS BRImo, Dapatkan Diskon 10 Persen!
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Dari Getah Lontar Jadi Cuan, Berikut Kisah Desa Hendrosari yang Bangkit Bersama BRI
-
Cara Kurban Idul Adha Lewat BRImo, Ini Kelebihannya
-
Promo Sepatu Porteegoods, Lebih Murah dengan Diskon dari BRI!
-
BRI Peduli Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM, Dukung Memperluas Akses Pasar
-
BRInita BRI Peduli Raih Apresiasi Internasional, Bukti Penghargaan Pemberdayaan Perempuan
-
Haji Nyaman, Keluarga Tenang dengan Promo RoaMAX Haji Telkomsel di BRImo
-
Tabung Dana Pensiun di BRImo dan Dapatkan Bonus Saldo dan Keuntungan Melimpah!
-
Diskon Hingga 53 Persen Pembelian Paket Internet IM3 di BRImo, Cek Infonya!
-
Bunga Pindar BRI Ceria, Flat dan Ringan Cocok untuk Gaya Hidupmu
-
Mobil Rusak Karena Banjir, Ajukan Pinjaman Perbaikan ke BRI Aja!