Bri / News
Senin, 16 Maret 2026 | 13:17 WIB
Malware di smartphone. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • BRI memperingatkan nasabah mengenai maraknya kejahatan siber melalui pesan singkat berisi lampiran file berbahaya berformat .APK.
  • File berbahaya tersebut mengandung malware yang berpotensi mencuri data nasabah dan mengambil alih kendali perangkat mereka.
  • BRI menyarankan nasabah mengabaikan pesan mencurigakan, memverifikasi sumber, dan mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA).

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali memperingatkan masyarakat mengenai maraknya kejahatan siber berbasis pengiriman file berbahaya melalui pesan singkat.

Modus ini umumnya menggunakan lampiran file dengan format .APK yang dikemas dalam berbagai narasi palsu, seperti undangan pernikahan digital, surat pajak, resi pengiriman paket, hingga dokumen instansi resmi lainnya.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengungkapkan bahwa file tersebut mengandung malware yang dirancang untuk meretas perangkat nasabah.

"File dari sumber tidak dikenal ini bisa menjadi pintu masuk program jahat untuk mencuri data pribadi, merusak sistem, hingga mengambil alih kendali perangkat tanpa disadari pemiliknya," jelas Saladin pada Senin (16/3/2026).

Untuk meminimalkan risiko, BRI memberikan panduan pencegahan bagi nasabah:

  • Abaikan Pesan Mencurigakan: Jangan mengklik atau mengunduh aplikasi dari nomor asing, terutama yang menggunakan nada mendesak atau menawarkan hadiah.
  • Verifikasi Sumber: Pastikan kebenaran pengirim sebelum menanggapi pesan yang mengatasnamakan bank atau layanan publik.
  • Gunakan 2FA: Aktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA) untuk memberikan lapisan keamanan ganda pada akun digital Anda.

BRI menegaskan bahwa kehati-hatian dalam menyaring informasi adalah benteng utama dalam menjaga keamanan data dan saldo rekening dari akses tidak sah.

Load More