- Bandeng Juwana Elrina didirikan pada 3 Januari 1981 oleh kakek Jason Nathaniel Kusmadi sebagai usaha oleh-oleh khas Semarang.
- Usaha yang berawal dari keterbatasan modal ini kini berkembang menjual variasi olahan bandeng dan produk UMKM lain.
- Bandeng Juwana Elrina berkolaborasi dengan BRI untuk mendapatkan pembiayaan, pelatihan, serta kemudahan perizinan usaha.
Suara.com - Musim libur Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi kota-kota yang menjadi jalur mudik, termasuk Semarang. Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik yang melintas, kota ini juga dikenal sebagai surga oleh-oleh.
Di antara banyak pilihan buah tangan khas kota ini, ada satu nama yang terkenal, yaitu Bandeng Juwana Elrina.
Bagi banyak pemudik, singgah di Semarang rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto yang satu ini. Toko oleh-oleh tersebut bahkan sudah menjadi bagian dari perjalanan mudik banyak orang selama puluhan tahun.
Jason Nathaniel Kusmadi, selaku cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina menceritakan bahwa almarhum kakeknya dahulu ingin memiliki usaha sendiri agar dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang akademi yang lebih tinggi, bahkan ke luar negeri.
Rencana awal membuka usaha bakery urung dilakukan karena keterbatasan modal, hingga akhirnya terinspirasi berjualan bandeng karena banyaknya penjual bandeng di sekitar rumahnya saat itu.
Melihat potensi tersebut, keluarga akhirnya mencoba memasak bandeng sendiri dan menjualnya di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai pada 3 Januari 1981, namun bentuknya masih sangat sederhana.
“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.
Perkembangan usaha tersebut ternyata berjalan cukup cepat. Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya pada 1984, stand kecil di depan rumah itu akhirnya berkembang menjadi toko oleh-oleh.
Produk utamanya tetap bandeng duri lunak atau bandeng presto yang menjadi ciri khas mereka.
Baca Juga: Berbagi THR 2026 Lebih Praktis dan Modern Lewat Fitur Unggulan BRImo
Seiring waktu, variasi produk pun terus bertambah. Kini pelanggan bisa menemukan berbagai olahan bandeng seperti bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga boneless bandeng. Namun inovasi tidak berhenti di situ. Jason menyadari bahwa menjual satu jenis produk saja tentu tidak cukup untuk bertahan dalam persaingan bisnis oleh-oleh.
"Bandeng masih jadi produk yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi dengan memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia," ujar Jason.
Selain memproduksi sendiri, Bandeng Juwana Elrina juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang untuk menitipkan produknya.
Berbagai produk khas daerah seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini bisa ditemukan di toko tersebut. Konsep ini membuat Bandeng Juwana Elrina berkembang menjadi one stop shopping oleh-oleh bagi wisatawan maupun pemudik.
“Jadi idenya adalah kalau orang datang ke Bandeng Juwana, cari oleh-olehnya ya sudah di sini saja,” ujar Jason.
Kolaborasi dengan BRI Bantu UMKM dan Pelanggan
Berita Terkait
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Bank Libur Berapa Hari Selama Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BNI, BCA hingga Mandiri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Moge dan Sparepart
-
Kritik Gaya Komunikasi Prabowo, Pakar Sarankan Presiden Cari 'Pembisik' yang Berani Bicara Pahit
-
Siapa Saja Terima Uang Korupsi Haji? Ini Rincian Nama dan Nominalnya, Ada yang Capai Rp93 M
-
Stuck: Ketika Masalah Kecil Berubah Menjadi Kekacauan Besar
-
Profil Arlida Putri, Pedangdut 'The Queen of Nyoh' yang Terseret Rumor Rumah Tangga Denny Caknan
-
Dalam Kondisi Mabuk, Mahasiswa di Yogya Rusak Bendera dan Palang Pintu KA
-
5 Serum Flek Hitam yang Cepat Menyamarkan Noda Hitam di Wajah Sesuai Review
-
Review 1984: Murni Novel Fiksi atau Prediksi?
-
4 Sabun Cuci Muka Pria yang Bekerja Outdoor, Bantu Bersihkan Debu dan Minyak
-
Kades di Aceh Ditangkap Edarkan 50 Ribu Butir Ekstasi-2.495 Vape Getar