Suara.com - Di tengah dinamika pasar keuangan global yang kian menantang, deposito tetap mengukuhkan posisinya sebagai instrumen investasi primadona bagi masyarakat Indonesia.
Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi fundamental antara keamanan aset, kepastian nilai imbal hasil, serta stabilitas yang sulit ditemukan pada aset berisiko tinggi.
Berbeda dengan pasar saham atau aset kripto yang kerap diguncang volatilitas ekstrem, deposito menawarkan ketenangan pikiran karena nilai pokok investasi tidak akan tergerus oleh fluktuasi pasar.
Faktor keamanan menjadi pilar utama mengapa deposito terus diminati. Setiap dana yang ditempatkan nasabah di perbankan nasional mendapatkan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Hal ini memberikan jaring pengaman yang kuat bagi investor, terutama mereka yang memiliki profil risiko konservatif. Selain itu, suku bunga yang ditawarkan deposito secara umum lebih kompetitif dibandingkan tabungan konvensional, dengan besaran keuntungan yang sudah dikunci dan diketahui nasabah sejak awal masa kontrak.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas tenor yang sangat beragam. Nasabah memiliki keleluasaan untuk menentukan jangka waktu simpanan, mulai dari jangka pendek selama 1 bulan hingga jangka menengah-panjang mencapai 12 bulan atau lebih.
Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat untuk menyelaraskan rencana keuangan mereka dengan target kebutuhan dana di masa depan.
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, kondisi ekonomi nasional terpantau cukup stabil. Keputusan strategis Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% memainkan peran vital dalam menjaga imbal hasil simpanan di sektor perbankan.
Langkah BI ini merupakan upaya terukur untuk menyeimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Baca Juga: Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
Dengan suku bunga acuan yang tetap, industri perbankan memiliki ruang likuiditas yang memadai untuk menawarkan bunga deposito yang menarik tanpa membebani biaya dana (cost of fund).
Hingga akhir Maret 2026, para analis mengamati bahwa kebijakan moneter yang stabil ini memberikan kepastian bagi para deposan untuk tetap mendapatkan keuntungan yang kompetitif di tengah upaya penekanan inflasi.
Suku Bunga BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang kini telah bertransformasi penuh menjadi bank universal dengan identitas kuat, tercatat masih mempertahankan tarif bunga deposito yang sangat kompetitif. BRI menawarkan suku bunga dalam rentang 2,50% hingga 3,00% per tahun.
Menariknya, BRI memberikan apresiasi lebih bagi nasabah yang mengambil tenor pendek, di mana suku bunga tertinggi sebesar 3,00% justru ditetapkan untuk jangka waktu 1 bulan dan 3 bulan.
Untuk tenor yang lebih panjang, BRI menetapkan penyesuaian yang proporsional guna menjaga likuiditas. Nasabah yang memilih tenor 6 bulan akan mendapatkan bunga sebesar 2,75%, sedangkan untuk tenor jangka panjang seperti 12 bulan dan 24 bulan, suku bunga berada di level 2,50%.
Tag
Berita Terkait
-
Cara dan Syarat Menjadi Nasabah BRI Prioritas Terbaru 2026
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026
-
Contact BRI 1500017 Apakah Bebas Pulsa? Simak Penjelasan Lengkapnya
-
Usai Libur, Andrew Jung Fokus Hadapi Sisa Laga Persib Bandung
-
Trik LinkUMKM BRI Buat Usaha Anda Jadi "Bankable" dan Mudah Dapat Pinjaman
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
2 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai
-
Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?
-
Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran
-
Limbah PT KIMA Aman atau Bikin Cemas? Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Ulasan Broken Strings: Ketika Cinta Berubah Menjadi Kendali
-
Lagi Diskon di Erafone, Ini 5 Ponsel Terjangkau untuk Pelajar Kurang dari Rp2 Juta Plus Link Beli
-
Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu Terkait Rencana Kerja Sama Olahraga Menembak
-
Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia
-
Bakal Numpang Sekolah, Pemkot Jaksel Siapkan Bus dan Mikrotrans Bagi Siswa Dua SD Kebayoran Lama
-
BBKSDA Sumut: Konservasi Batang Toru Butuh Kolaborasi Semua Pihak