- Candyco merupakan usaha kerajinan rajut asal Kota Malang yang berdiri sejak tahun 2020 dengan keunggulan produk kustomisasi.
- Pelaku usaha memanfaatkan strategi pemasaran omnichannel serta layanan digital perbankan BRI untuk memperluas jangkauan pasar dan operasional bisnis.
- Candyco aktif mengikuti program pendampingan LinkUMKM milik BRI guna meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat strategi pengembangan bisnis berkelanjutan.
Suara.com - Industri kreatif di tanah air terus menunjukkan geliat positif, didorong oleh inovasi tiada henti dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu contoh nyata keberhasilan ini datang dari Kota Malang, Jawa Timur, di mana sebuah unit usaha bernama Candyco sukses mengubah hobi sederhana menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan.
Didirikan pada tahun 2020, Candyco kini dikenal luas sebagai produsen kerajinan rajut berkualitas tinggi yang melayani pasar lokal hingga pengiriman antar kota.
Produk andalan yang menjadi magnet utama bagi para pelanggan adalah bunga rajut dan boneka rajut yang dibuat sepenuhnya secara manual atau handmade.
Keunggulan kompetitif yang ditawarkan oleh Candyco terletak pada fleksibilitas pemesanan. Para pelanggan diberikan kebebasan untuk mengajukan pesanan secara custom, di mana mereka bisa menentukan sendiri bentuk, warna, dan ukuran produk sesuai dengan referensi pribadi serta kebutuhan spesifik mereka.
Fleksibilitas ini sangat diminati oleh kalangan generasi muda yang selalu mencari produk unik dan personal.
Dalam menjalankan roda bisnisnya, Candyco kini didukung oleh 15 tenaga kerja yang terampil di bidangnya. Strategi pemasaran yang diterapkan pun tergolong sangat komprehensif untuk ukuran UMKM.
Tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional di gerai fisik yang berlokasi di Kota Malang, Candyco juga aktif memperluas jaringannya melalui sistem reseller, platform marketplace, social commerce, hingga skema kerja sama Business to Business (B2B).
Mereka juga rajin berpartisipasi dalam berbagai pameran dagang dan event kreatif untuk mendekatkan diri kepada konsumen potensial.
Baca Juga: Saldo Menipis Setelah Lebaran? Strategi Cerdas Menjaga Cash Flow Tetap Stabil
Tentu saja, perjalanan mengelola bisnis kerajinan tangan berbasis kustomisasi memiliki tantangan tersendiri. Co-Founder Candyco, Adillah Dhianida Khanza, mengungkapkan bahwa pengembangan usaha rajut custom seperti ini menuntut konsistensi kualitas yang tinggi, kesiapan kapasitas produksi yang matang, serta penguatan dalam pengelolaan sumber daya manusia agar pemenuhan permintaan pelanggan tetap berjalan stabil.
Adillah menceritakan bagaimana awal mula berdirinya Candyco hingga bisa eksis sampai sekarang. Menurut keterangannya, perjalanan bisnis ini penuh dengan lika-liku dan membutuhkan adaptasi yang cepat terhadap dinamika pasar yang terus berubah.
"Candyco berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang setelah melihat peluang pasar serta mendapat dukungan dari orang-orang terdekat untuk mulai menjual produk rajutan. Pada tahap awal, penjualan dilakukan melalui marketplace. Karena dijalankan sambil kuliah, usaha ini sempat vakum pada 2022–2023, lalu kembali aktif pada 2024 dan membuka gerai di Kota Malang. Perjalanan hingga mencapai tahap sekarang tidak mudah, terutama dalam beradaptasi terhadap tren pasar serta mengelola SDM agar tetap mampu memenuhi permintaan pelanggan,” tutur Adillah.
Guna mempermudah operasional harian dan memberikan kenyamanan bertransaksi bagi para pembeli, Candyco telah mengadopsi teknologi digital. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk memperlancar dan mempercepat proses penerimaan pembayaran nontunai dari para pelanggan setianya.
Di sisi lain, untuk terus mematangkan strategi bisnis dan memperluas kapasitas usaha, Candyco aktif terlibat dalam ekosistem LinkUMKM yang disediakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Melalui platform ini, Candyco mendapatkan akses eksklusif ke berbagai program pelatihan mendalam serta pendampingan usaha yang sangat aplikatif.
Berita Terkait
-
Modus Phishing Tiru Web Asli, BRI Perketat Edukasi Keamanan Digital bagi Nasabah
-
Cara Beli Obat Lewat Aplikasi BRImo, Tidak Perlu Ke Luar Rumah!
-
Sentuhan Digital BRI dan AgenBRILink Ubah Lanskap Ekonomi Desa Manemeng
-
Semangat 'Marenta Barmak', Kunci Sukses Desa Manemeng Bersama BRI
-
Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BRI
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi