- Kanwil DJPb Lampung mencatat realisasi KUR mencapai Rp3,59 triliun atau 33,76 persen dari total plafon hingga Mei 2026.
- Sebanyak 61.299 debitur sektor usaha produktif di Lampung telah menerima bantuan modal KUR dengan dominasi sektor pertanian.
- Pemerintah turut menyalurkan pembiayaan ultra mikro senilai Rp241,7 miliar kepada 33.288 debitur guna mendukung stabilitas ekonomi kerakyatan daerah.
Suara.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Lampung melaporkan bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayahnya telah menyentuh angka Rp3,59 triliun hingga periode Mei 2026.
Pemerintah sendiri mengalokasikan total plafon anggaran KUR untuk Provinsi Lampung pada tahun ini sebesar Rp10,63 triliun.
"Sejak Januari sampai Mei 2026, realisasinya baru mencapai 33,76 persen atau sebesar Rp3,59 triliun dari total pagu. Oleh karena itu, serapan ini masih perlu terus dioptimalkan dan ditingkatkan ke depan," ujar Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto, dalam konferensi pers di Bandarlampung, via Antara.
Rincian Serapan Berdasarkan Skema Kredit
Purwadhi memaparkan bahwa dari total akumulasi pembiayaan KUR senilai Rp3,58 triliun lebih tersebut, kontribusi terbesar berasal dari klaster usaha produktif skala mikro dan kecil. Berikut adalah rincian penyerapan dana berdasarkan skema penyaluran:
- KUR Mikro: Menjadi penopang utama dengan realisasi mencapai Rp2,8 triliun.
- KUR Kecil: Mencatatkan serapan sebesar Rp706 miliar.
- KUR Super Mikro: Terealisasi sebesar Rp1,2 miliar.
- KUR TKI: Tersalurkan sebesar Rp628 juta bagi pekerja migran.
Di samping program KUR, pemerintah juga menyediakan instrumen permodalan alternatif melalui skema Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) yang dikelola oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
Realisasi pendanaan UMI di Lampung tercatat berada di angka Rp241,7 miliar, yang terbagi atas skema reguler UMI sebesar Rp241,6 miliar dan program UMI Pro senilai Rp100 juta.
Ditinjau dari aspek sebaran penerima manfaat, program KUR di Lampung telah berhasil menjangkau sebanyak 61.299 debitur.
Mayoritas penerima merupakan pelaku usaha di sektor mikro dengan jumlah mencapai 58.126 debitur. Selanjutnya, sebanyak 3,013 orang tercatat sebagai debitur KUR kecil, 140 orang debitur KUR super mikro, dan 20 orang penerima KUR TKI.
Baca Juga: Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
Sementara itu, untuk program pembiayaan UMI, total serapan modal dinikmati oleh 33.288 pelaku usaha ultra mikro, dengan rincian 33.287 debitur pada skema reguler dan 1 orang mitra terdaftar pada skema UMI Pro.
Berdasarkan klasifikasi lapangan usaha, sektor agraris masih menjadi roda penggerak utama penyerapan modal kerja. Portofolio KUR terbesar mengalir ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan porsi dominan mencapai 56,24 persen.
Sementara untuk pembiayaan UMI, serapan modal terbesar berpusat pada sektor perdagangan besar serta eceran dengan kontribusi sebesar 6,30 persen.
Dari sisi lembaga penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dengan kontribusi penyaluran KUR terbesar di Lampung, yakni mencatatkan persentase dominan hingga 70,25 persen.
Secara pemetaan wilayah administratif, Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah dengan pemanfaatan dana KUR tertinggi di provinsi tersebut, dengan porsi penyerapan mencapai 24,11 persen.
Di sisi lain, untuk penyerapan pembiayaan berbasis ultra mikro (UMI), wilayah Kabupaten Lampung Selatan mencatatkan persentase tertinggi sebesar 1,01 persen.
Pemerintah daerah melalui DJPb terus mengimbau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung untuk mengoptimalkan akses permodalan resmi ini, terutama skema UMI yang serapannya dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar untuk menyokong stabilitas ekonomi kerakyatan.
Berita Terkait
-
Nonton di CGV Cuma Bayar Setengah Harga? Begini Cara Pakai Promo BRI
-
Promo Yoshinoya: Dapatkan Cashback Rp50 Ribu dengan BRImo, Begini Caranya
-
Makan Mewah di Tom's Aikens dan Nikmati Promo Eksklusif dari BRImo
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026: Laba Tumbuh Dua Digit, Aset Tembus Rp2.250 Triliun
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9