Bri / News
Rabu, 01 April 2026 | 14:11 WIB
Sejalan semangat Earth Hour, BRI terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas kerja melalui langkah konkret (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • Gerakan global Earth Hour sejak 2007 berhasil menghemat listrik sebesar 300 MW guna menekan emisi karbon dunia.
  • PT Bank Rakyat Indonesia menerapkan efisiensi energi melalui teknologi LED, digitalisasi layanan, serta penggunaan panel surya.
  • Program keberlanjutan BRI menurunkan emisi operasional sebesar 9,6 persen dan menanam 65.300 pohon mangrove di Indonesia.

Suara.com - Momentum Earth Hour yang baru saja diperingati kembali menjadi pengingat pentingnya aksi kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Meski aksi simbolis mematikan lampu telah usai, semangat untuk menghemat energi dan menekan emisi karbon kini diintegrasikan secara permanen dalam aktivitas operasional dunia usaha, termasuk di sektor perbankan.

Sejak diinisiasi pada 2007, Earth Hour telah berkembang menjadi gerakan global di lebih dari 180 negara. Di Indonesia, aksi mematikan lampu selama satu jam ini tercatat mampu menghemat beban listrik hingga 300 MW.

Angka tersebut setara dengan kebutuhan listrik untuk 200 ribu rumah atau sekitar 700 ribu jiwa, yang membuktikan bahwa langkah sederhana secara massal memberikan dampak signifikan bagi bumi.

Sejalan dengan semangat efisiensi energi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan dalam aktivitas operasionalnya.

Langkah nyata dilakukan melalui pengelolaan energi di lingkungan kerja, mulai dari penggunaan teknologi lampu LED, optimalisasi penggunaan lift, hingga pembiasaan mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf, menyatakan bahwa bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.

“Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan. Keberlanjutan menjadi landasan strategis bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab,” ungkap Mahdi.

BRI juga secara masif mengembangkan konsep green building dan digitalisasi layanan untuk mengurangi jejak karbon.

Baca Juga: Cara Beli Obat Lewat Aplikasi BRImo, Tidak Perlu Ke Luar Rumah!

Melalui implementasi Green Network, hingga akhir tahun 2025, BRI telah mencatatkan sejumlah pencapaian konkret dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan armada ramah lingkungan:

Instalasi Panel Surya: Telah terpasang di 152 unit kerja BRI di seluruh Indonesia.

Kendaraan Ramah Lingkungan: Mengoperasikan 926 unit kendaraan operasional rendah emisi.

Penurunan Emisi: Inisiatif ini berhasil menurunkan emisi operasional sebesar 9,6% dibandingkan dengan tahun dasar (baseline year) 2022.

Selain itu, melalui program Zero Waste to Landfill, BRI berhasil menghindari emisi sebesar 746,4 ton CO2e melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Restorasi Lingkungan Melalui Program BRI Grow and Green

Load More