- Pada RUPST 10 April 2026, BRI menegaskan komitmen implementasi keuangan berkelanjutan melalui penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026-2030.
- BRI menyalurkan kredit berkelanjutan sebesar Rp93,2 triliun untuk sektor lingkungan dan Rp718,7 triliun bagi sektor sosial sepanjang 2025.
- Perusahaan memperluas inklusi keuangan melalui digitalisasi BRImo, jaringan Agen BRILink, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di 5.245 Desa BRILiaN.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin memantapkan langkahnya dalam mengadopsi prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) ke dalam inti strategi bisnis dan operasional perusahaan.
Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang BRI untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga menciptakan dampak positif yang nyata bagi tatanan sosial dan kelestarian lingkungan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026), Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa emiten berkode saham BBRI ini secara konsisten menjalankan inisiatif keberlanjutan yang terukur. Upaya ini juga sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi POJK No. 51/POJK.03/2017.
"Perseroan telah merilis Laporan Keberlanjutan Tahun 2025 serta menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) untuk periode 2026–2030 sebagai peta jalan implementasi ke depan," jelas Akhmad.
Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) telah membuahkan hasil signifikan pada portofolio pembiayaan BRI.
Hingga akhir tahun 2025, bank dengan jaringan terluas di Indonesia ini mencatatkan pencapaian luar biasa dalam penyaluran kredit berkelanjutan:
- Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL): Tersalurkan sebesar Rp93,2 triliun, atau setara dengan 6,94% dari total portofolio kredit perusahaan.
- Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS): Mencapai angka fantastis Rp718,7 triliun, yang merepresentasikan sekitar 53,5% dari total pembiayaan BRI.
Selain pembiayaan langsung, BRI juga menunjukkan inovasi pendanaan melalui penerbitan Social Bond senilai Rp5 triliun. Dana hasil penerbitan ini difokuskan untuk mendukung sektor-sektor yang memberikan manfaat sosial langsung bagi masyarakat luas.
Dari sisi manajemen risiko, BRI telah melakukan simulasi Climate Risk Stress Testing (CRST) sesuai arahan OJK guna mengantisipasi risiko finansial akibat perubahan iklim.
Peran BRI sebagai agen pembangunan terlihat jelas dari masifnya penetrasi inklusi keuangan. Hingga penutupan tahun 2025, perusahaan telah melayani lebih dari 140,5 juta nasabah. Keberhasilan ini didukung oleh ekosistem digital dan pemberdayaan masyarakat yang solid:
Baca Juga: Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi
- Digitalisasi: Aplikasi super app BRImo kini telah digunakan oleh 45,93 juta orang.
- Jaringan Agen: Kehadiran 1.193.835 Agen BRILink di berbagai penjuru negeri mempersempit jarak akses perbankan.
- Pemberdayaan Desa: Program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal.
Standar Internasional dan Pengakuan Global
Dalam hal transparansi pelaporan, BRI selangkah lebih maju dengan mengadopsi standar global IFRS Sustainability Disclosure Standards (S1 dan S2).
Kualitas tata kelola perusahaan juga teruji melalui capaian peringkat tinggi pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan Corporate Governance Perception Index (CGPI).
Komitmen serius ini membuahkan berbagai penghargaan dan peringkat unggul di tingkat internasional, di antaranya:
MSCI ESG Rating: Mendapatkan peringkat A.
Sustainalytics: Berada dalam kategori Low Risk.
S&P Global CSA: Mencatatkan skor pada persentil ke-92.
Prestasi paling membanggakan adalah posisi BRI sebagai satu-satunya entitas asal Indonesia yang berhasil masuk dalam S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.
"Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Akhmad.
Berita Terkait
-
Buka Rekening Lewat BRImo di Rejuve, Langsung Dapat Cashback Spesial!
-
Diskon Sampai 50%: Saatnya Kartini Masa Kini Nikmati Belanja Impian Pakai BRI Promo Spesial
-
Klasemen BRI Super League: Borneo FC Pangkas Jarak dengan Persib Bandung
-
Ditahan Dewa United, Eliano Reijnders: Kami Masih Berada di Jalur Juara
-
Makan Enak di Chigo x Flip Cuma Bayar Setengah Harga Pakai Promo dari BRI
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan