- PT Bank Rakyat Indonesia menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar tujuh hingga sembilan persen sepanjang tahun 2026 mendatang.
- Strategi utama BRI berfokus pada pemberdayaan sektor UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta permodalan yang solid.
- RUPS Tahunan 2026 menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp52,1 triliun berdasarkan perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memantapkan langkah strategisnya untuk mengarungi tahun 2026 dengan optimisme tinggi.
Bank dengan fokus kerakyatan ini memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit berada di kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (yoy).
Target ini didukung oleh kondisi fundamental keuangan perusahaan yang dinilai sangat sehat, baik dari sisi likuiditas maupun permodalan.
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, mengungkapkan bahwa arah kebijakan ekspansi tahun ini tetap akan dipusatkan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama bisnis perseroan.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tegas Achmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Salah satu bukti kuatnya performa BRI adalah keberhasilan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham tanpa mengganggu kestabilan operasional jangka panjang.
Berdasarkan hasil RUPST 2026, BRI telah menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total mencapai Rp52,1 triliun atau setara Rp346,00 per saham.
Jumlah tersebut mencakup dividen interim yang telah dikucurkan pada awal tahun sebesar Rp20,6 triliun. Royadi menjelaskan bahwa pembagian keuntungan ini merupakan hasil dari raihan laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang menyentuh Rp57,132 triliun.
Menurutnya, kemampuan BRI membagikan dividen besar sekaligus menjaga modal tetap kuat adalah bukti kapasitas perseroan dalam menjaga keseimbangan nilai jangka panjang.
Baca Juga: Jelang Persib Bandung vs Arema FC, Bojan Hodak Soroti Lini Depan Singo Edan
Ketahanan Modal dan Likuiditas di Atas Rata-rata
Hingga akhir tahun 2025, kesehatan keuangan BRI tercermin dari beberapa indikator kunci:
Ekuitas: Tercatat sebesar Rp330,9 triliun, tumbuh 2,4% (yoy), didorong oleh perolehan laba bersih yang konsisten.
Permodalan (CAR): Rasio kecukupan modal konsolidasi berada pada level 26,63%, jauh melampaui standar yang ditetapkan regulator. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi bank untuk tetap ekspansif secara terukur.
Likuiditas: Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di angka 117,7%, menunjukkan bahwa struktur pendanaan BRI sangat stabil untuk mendukung rencana bisnis tahun ini.
Optimisme di Segmen UMKM
BRI melihat pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap resilien sebagai peluang besar, terutama bagi pelaku usaha kecil. Dengan strategi pertumbuhan yang "selektif dan berkualitas", perseroan berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah kredit yang disalurkan mampu memberikan dampak domino bagi ekonomi nasional tanpa mengabaikan aspek risiko perbankan.
Berita Terkait
-
Kisah Pengusaha Sulap Lahan Terbatas Jadi Kebun Paprika Premium dengan Dukungan KUR BRI
-
Dividen BRI Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Masyarakat
-
Libas Persita 1-0, Bali United Naik ke Peringkat 7 Klasemen BRI Super League
-
BRInita BRI Berhasil Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan di Lahan Terbatas
-
Alasan BRI Jadi Bank Terbaik Dunia 2026 Versi Forbes
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi