- Made Sandi, petani asal Tabanan, Bali, sukses membudidayakan paprika organik berkualitas premium menggunakan sistem teknologi Smart Farming sejak empat tahun lalu.
- Produksi paprika organik tersebut berhasil menembus pasar hotel berbintang di Bali karena permintaan tinggi terhadap bahan pangan sehat.
- Keberhasilan usaha Made Sandi didukung oleh bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari BRI untuk memperkuat operasional dan kapasitas petani.
Suara.com - Sektor pertanian organik di Pulau Dewata kian menunjukkan taringnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Salah satu sosok yang berhasil membuktikannya adalah Made Sandi, seorang petani inovatif asal Desa Bangli, Kabupaten Tabanan, Bali.
Di tengah tantangan permodalan, Sandi berhasil mengembangkan budidaya paprika organik yang kini menjadi langganan hotel-hotel berbintang.
Perjalanan Sandi tidaklah instan. Ia mengakui bahwa pada masa awal pengembangan, kendala utama yang dihadapi adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pengadaan bibit berkualitas yang harganya cukup menguras kantong.
"Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit yang harganya cukup mahal," ungkap Sandi dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Memanfaatkan lahan seluas 2,5 are, Sandi membangun sistem budidaya berbasis greenhouse. Saat ini, ia mengelola sekitar 860 pot tanaman paprika yang dirintisnya sejak empat tahun silam.
Namun, yang membedakan pertanian Sandi dengan petani konvensional adalah penerapan teknologi Smart Farming.
Sandi mengintegrasikan sistem pengaturan nutrisi dan penyiraman otomatis untuk memastikan setiap tanaman mendapatkan perawatan yang presisi. Hasilnya, kualitas paprika yang diproduksi masuk dalam kategori premium dengan nilai jual yang fantastis:
Paprika Kuning: Rp200.000 per kilogram.
Paprika Merah: Rp150.000 per kilogram.
Paprika Hijau: Rp125.000 per kilogram.
Dengan masa tanam hingga berbuah sekitar delapan bulan, Sandi mampu memanen rata-rata 20 hingga 40 kilogram sekali petik. Bahkan, pada masa puncak produksi, ia pernah mencatatkan hasil panen hingga 100 kilogram dalam satu waktu.
Baca Juga: Investor Retail Dominasi Pasar, BRIDS Catat Pertumbuhan Transaksi Online 156 Persen
Kualitas organik yang konsisten membuat produk Made Sandi dilirik oleh industri pariwisata. Sejumlah hotel di Bali kini menjadi pelanggan setia, mengingat meningkatnya permintaan wisatawan terhadap bahan pangan sehat dan ramah lingkungan.
Dukungan permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI diakui Sandi menjadi jembatan bagi usahanya untuk terus naik kelas.
Keberhasilan Made Sandi mendapatkan apresiasi dari Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya. Ia menegaskan bahwa BRI akan terus aktif mendorong pelaku usaha tani untuk berkembang melalui pembiayaan yang mudah dan inklusif.
"BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik karena sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, tapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan," ujar Hery.
Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa peran BRI tidak hanya sebatas memberikan akses modal melalui KUR. Perseroan juga fokus pada pendampingan dan peningkatan literasi keuangan agar para petani mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.
“Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memiliki daya saing tinggi di pasar global,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Dividen BRI Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Masyarakat
-
Libas Persita 1-0, Bali United Naik ke Peringkat 7 Klasemen BRI Super League
-
BRInita BRI Berhasil Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan di Lahan Terbatas
-
Alasan BRI Jadi Bank Terbaik Dunia 2026 Versi Forbes
-
Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi