- PT Bank Rakyat Indonesia meluncurkan program Desa BRILiaN 2025 secara daring pada Senin, 26 Mei 2025 di Jakarta.
- Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi desa wisata melalui pelatihan manajerial serta pendampingan digital bersama mitra platform Atourin.
- Inisiatif kolaborasi bersama Kemenparekraf ini ditargetkan mampu memperkuat ekonomi desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mempertegas dedikasinya dalam membangun ekonomi dari akar rumput melalui peluncuran (Kick-Off) Program Desa BRILiaN 2025.
Mengusung tema strategis “Desa Wisata”, inisiatif ini dirancang untuk memaksimalkan potensi pariwisata daerah berbasis kearifan lokal sebagai mesin penggerak kesejahteraan masyarakat desa.
Acara yang digelar secara daring pada Senin (26/5/2025) ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BRI, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta mitra teknologi pariwisata Atourin. Sinergi ini menandai langkah besar dalam menciptakan ekosistem pariwisata pedesaan yang lebih modern dan mandiri.
Senior Executive Vice President (SEVP) BRI, Muhammad Candra Utama, menekankan bahwa peran BRI kini melampaui fungsi perantara keuangan tradisional. Melalui Desa BRILiaN, BRI berkomitmen menciptakan social value dengan mencetak desa-desa percontohan (role model) yang memiliki kepemimpinan unggul dan semangat kolaborasi.
“Kami fokus mengembangkan seluruh potensi Desa Wisata dengan berbasis pada kearifan lokalnya. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi desa sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs),” jelas Candra dalam keterangannya.
Hingga 30 April 2025, program unggulan ini tercatat telah menjangkau 4.327 desa di seluruh pelosok negeri. Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat untuk mengatasi berbagai tantangan klasik yang dihadapi desa wisata, seperti:
- Optimalisasi Pendapatan: Minimnya strategi untuk mengonversi kunjungan menjadi penghasilan masyarakat.
- Kreativitas Produk: Keterbatasan dalam mengemas potensi alam menjadi paket wisata yang inovatif.
- Jejaring Pemasaran: Kurangnya kolaborasi dengan komunitas budaya maupun platform digital.
BRI menghadirkan rangkaian pelatihan intensif yang mencakup pengembangan kompetensi teknis (hard skills) dan manajerial (soft skills). Salah satu poin krusial dalam program tahun ini adalah pendampingan onboarding digital.
Bekerja sama dengan platform Atourin, para pengelola desa wisata akan dibimbing untuk merancang paket perjalanan yang menarik dan memasarkannya secara daring. Tujuannya agar produk wisata lokal dapat diakses oleh audiens yang lebih luas, baik domestik maupun mancanegara.
Dukungan penuh juga datang dari Kemenparekraf. Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Ika Kusuma Permana Sari,menyatakan bahwa program BRI sangat selaras dengan agenda pemerintah dalam memperluas jejaring desa wisata di Indonesia.
Baca Juga: Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya
“Langkah ini menjadi jembatan penting bagi pengembangan kapasitas masyarakat. Kami siap bersinergi melalui penyediaan modul pelatihan dan penguatan ekosistem agar desa-desa ini bisa menjadi panutan bagi desa lainnya di Indonesia,” ungkap Ika.
BRI optimistis bahwa penguatan ekosistem pariwisata ini akan melahirkan wirausaha baru di tingkat desa dan memperkuat kelembagaan lokal.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, desa wisata diharapkan mampu menjadi instrumen nyata dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata
-
Bojan Hodak Senang Lihat Bobotoh dan Aremania Berdampingan di Stadion GBLA
-
Persaingan BRI Super League Sengit, Marcos Santos Sebut Tiga Kandidat Kuat Juara
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan