- PT Bank Rakyat Indonesia menyerahkan bantuan sarana medis kepada RS Pendidikan USU pada Kamis, 30 April 2026.
- Bantuan tersebut meliputi kursi roda, tiang infus, mesin registrasi mandiri, serta televisi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
- Dukungan BRI bertujuan memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan serta mendukung efisiensi pelayanan rumah sakit melalui digitalisasi mandiri.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan peran aktifnya sebagai mitra strategis pembangunan bangsa, tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BRI secara resmi menyerahkan bantuan sarana dan prasarana medis untuk menunjang operasional Rumah Sakit (RS) Pendidikan Prof. dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara (USU) pada Kamis (30/04/2026).
Langkah ini menegaskan posisi BRI sebagai institusi perbankan yang proaktif dalam mendukung ekosistem kesehatan nasional, khususnya pada institusi yang mengintegrasikan layanan medis dengan wahana pendidikan dan penelitian.
Dalam acara serah terima yang berlangsung di lobi utama rumah sakit, Regional CEO BRI Medan, Novian Supriatno, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan implementasi dari tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.
BRI berkomitmen untuk terus bersinergi guna memastikan fasilitas kesehatan publik memiliki daya saing yang tinggi.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas umum sehingga kolaborasi antara Bank BRI, Rumah Sakit USU, dan Rektorat USU menjadi kolaborasi yang utuh supaya Rumah Sakit USU bisa dikenal di masyarakat dan bisa bersaing di bidang kesehatan," tegas Novian.
Adapun dukungan konkret yang diberikan oleh BRI Medan kali ini meliputi:
- 110 Unit Kursi Roda dan Tiang Infus: Untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan pasien.
- 4 Unit Mesin Registrasi Mandiri: Sebagai bentuk dukungan BRI terhadap digitalisasi layanan rumah sakit guna mengurangi antrean.
- 4 Unit Televisi: Untuk menunjang kenyamanan fasilitas di area tunggu pasien.
Apresiasi atas Kontribusi Berkelanjutan BRI
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata BRI. Menurutnya, dukungan dari sektor perbankan seperti BRI memiliki dampak luas, terutama dalam mendukung rencana strategis RS USU yang menargetkan peningkatan kapasitas dari 120 menjadi 500 tempat tidur.
Baca Juga: Tumbuhkan Literasi Keuangan Sejak Dini Bersama BRI Peduli
Lebih dari sekadar bantuan fisik, Rektor juga melihat peluang kolaborasi lebih dalam bersama BRI di masa depan, termasuk dalam skema pendanaan infrastruktur kesehatan serta penempatan tenaga ahli manajemen keuangan guna memperkuat profesionalitas tata kelola rumah sakit.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RS Pendidikan USU, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, menyatakan bahwa bantuan dari BRI langsung memberikan dampak pada peningkatan kualitas pengalaman pasien.
Pengadaan mesin registrasi mandiri dari BRI, khususnya, menjadi poin penting dalam mempermudah akses layanan bagi masyarakat yang datang berobat.
Berita Terkait
-
Hasil BRI Super League: Persija Jakarta Bawa Pulang 3 Poin dari Jepara
-
Daftar Saldo Minimal Tabungan BRI Terbaru 2026
-
Dorong Produktivitas Daerah, BRI Malang Salurkan KUR Rp5,55 Triliun di Awal 2026
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Nikmati Diskon dan Cashback Setiap Hari di Pepper Lunch dengan Promo BRI
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan