Bri / News
Kamis, 07 Mei 2026 | 06:59 WIB
Ilustrasi. (Dok. BRI)
Baca 10 detik
  • BRI Branch Office Pagaralam meluncurkan program BRI Peduli Akseptasi untuk mempercepat transformasi digital melalui edukasi teknologi finansial.
  • Program ini memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM lokal terkait penggunaan QRIS guna meningkatkan efisiensi operasional usaha.
  • Sejumlah pelaku usaha di Pagaralam kini telah berhasil mengintegrasikan sistem pembayaran QRIS BRI dalam aktivitas transaksi harian.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi digital di tingkat daerah guna menciptakan ekosistem keuangan yang lebih modern dan inklusif.

Melalui Branch Office (BO) Pagaralam, bank berkode saham BBRI ini menggulirkan program "BRI Peduli Akseptasi", sebuah inisiatif yang menggabungkan pendekatan humanis dengan edukasi teknologi finansial bagi para nasabah dan pelaku usaha lokal.

Program ini mengedepankan interaksi langsung di lapangan, di mana jajaran manajemen dan staf BRI turun langsung untuk menyapa serta memberikan pelayanan secara personal. Strategi jemput bola ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan sekaligus memahami dinamika kebutuhan nasabah secara lebih mendalam.

Selain mempererat hubungan emosional, kegiatan ini menjadi sarana edukasi krusial mengenai pentingnya budaya transaksi non-tunai (cashless).

Fokus utama edukasi diarahkan pada penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran yang kian relevan dan efisien di era ekonomi digital saat ini.

Branch Office Head BRI Pagaralam, Ahmad Mubarrok, menegaskan bahwa "BRI Peduli Akseptasi" merupakan langkah konkret perbankan dalam menjembatani kesenjangan akses teknologi bagi masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan nasabah, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus memberikan edukasi agar mereka semakin siap dan terbiasa bertransaksi secara digital,” ungkap Ahmad dalam keterangannya di Pagaralam.

Pendampingan terhadap sektor Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas utama dalam program ini. BRI menyasar para pengusaha muda dan pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi dengan teknologi guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Menurut Ahmad, adaptasi terhadap sistem pembayaran digital seperti QRIS bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap kompetitif. Dengan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan akses yang lebih luas, pelaku usaha diharapkan mampu mendongkrak omzet sekaligus memperkuat struktur ekonomi wilayah.

Baca Juga: Segmen Kaya Melaju Kencang, Volume Penjualan Kartu Kredit BRI Melonjak 45 Persen

Sebagai wujud nyata keberhasilan program, sejumlah pelaku usaha di Kota Pagaralam telah secara aktif mengintegrasikan layanan QRIS BRI dalam operasional harian mereka. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Sektor Ritel: Toko Toserba Indomurah dan Toko Elektronik Kenari.
  • Sektor Kuliner: Unit usaha Deiandra Thaitea.
  • Sektor Perhotelan: Hotel Darma Karya.
     

Load More