Bri / News
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:27 WIB
Kartu Kredit BRI World Access
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia mencatatkan kinerja positif bisnis kartu kredit pada kuartal pertama tahun 2026 di Indonesia.
  • Strategi penetrasi agresif ke segmen nasabah kelas atas berhasil meningkatkan volume transaksi sebesar 45 persen secara tahunan.
  • Pertumbuhan bisnis kartu kredit BRI berkontribusi signifikan dalam mempertebal pendapatan berbasis komisi perbankan sepanjang awal tahun 2026.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan rapor hijau yang signifikan dalam lini bisnis alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

Di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional dan pergeseran pola belanja masyarakat, perseroan sukses memacu kinerja kartu kredit secara signifikan pada awal tahun 2026.

Keberhasilan ini utamanya ditopang oleh ekspansi agresif dan penguatan penetrasi pada segmen pasar masyarakat kelas atas dengan daya beli tinggi (affluent segment).

Berdasarkan laporan operasional berkala hingga akhir Maret 2026, indikator bisnis kartu kredit BRI menunjukkan akselerasi yang kokoh secara tahunan (year-on-year/YoY).

Fenomena ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa dominasi kartu kredit mulai tergerus oleh kehadiran alternatif pembayaran digital baru, terbukti dengan loyalitas nasabah premium yang justru semakin menguat terhadap produk-produk finansial milik BRI.

Data internal perseroan menunjukkan bahwa jumlah transaksi kartu kredit BRI pada kelompok nasabah affluent sukses mencatatkan kenaikan sebesar 31% YoY jika disandingkan dengan performa pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini berjalan selaras dengan ekspansi pasar yang tepercaya, di mana jumlah kartu aktif di segmen premium ini juga ikut merangkak naik sebesar 18,53% YoY.

Kinerja paling impresif terlihat pada nilai akumulasi transaksi belanja atau sales volume, yang berhasil mencatatkan lonjakan tajam hingga 45% secara tahunan. Angka-angka ini menjadi indikator kuat bahwa strategi penempatan produk, penawaran loyalitas, serta pengelolaan portofolio nasabah kaya yang diterapkan BRI berjalan sangat efektif dan presisi.

Sektor ini juga menjadi motor penggerak baru dalam mempertebal porsi pendapatan berbasis komisi perbankan di awal tahun.

Baca Juga: Dorong Produktivitas Daerah, BRI Malang Salurkan KUR Rp5,55 Triliun di Awal 2026

Pencapaian bisnis yang impresif ini tidak terlepas dari kejelian manajemen BRI dalam membaca tren perilaku konsumen kelas atas di kota-kota besar.

Nasabah pada segmen ini tidak hanya mencari kemudahan bertransaksi, tetapi juga menuntut nilai tambah yang optimal serta apresiasi atas loyalitas mereka dalam bentuk program-program yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup kekinian.

Guna menjaga momentum pertumbuhan yang solid ini, BRI terus menggulirkan rangkaian program taktis yang terintegrasi langsung dengan ekosistem digital nasional, salah satunya lewat kemitraan strategis pemanfaatan kartu kredit sebagai metode pembayaran utama di berbagai platform gaya hidup harian masyarakat.

“Dengan rangkaian penawaran tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk terusmenghadirkan solusi transaksi yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga memberikan nilaitambah yang optimal bagi nasabah di tengah percepatan transformasi digital Perseroan,” tutur Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto.

Melalui pendekatan yang berorientasi pada kenyamanan nasabah (customer-centric approach), BRI optimistis lini bisnis kartu kredit akan terus menjadi salah satu pilar utama pendapatan non-bunga perusahaan.

Ke depan, fokus perseroan adalah mempertahankan pertumbuhan yang berkualitas tinggi ini dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat, guna memastikan portofolio kredit konsumer tetap sehat dan berdaya saing di industri keuangan.

Load More