- Tenaga pemasar mikro BRI bernama Rani Kanov berhasil menyalurkan permodalan dan mendampingi UMKM di Padang Lawas sejak 2026.
- Rani menghadapi tantangan geografis ekstrem di lapangan untuk memperluas akses keuangan dan memperkenalkan aplikasi digital kepada masyarakat.
- Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan Mantri BRI adalah pilar strategis untuk pemberdayaan ekonomi dan inklusi keuangan.
Suara.com - Kesuksesan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menopang sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan tidak terlepas dari kontribusi vital para tenaga pemasar mikronya, yang akrab disapa Mantri BRI.
Terjun langsung ke akar rumput setiap harinya, para Mantri ini mengemban tugas mulia yang melampaui sekadar penyaluran kredit. Mereka hadir sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus sahabat karib bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh penjuru Tanah Air.
Sosok Rani Kanov Rianti Harahap adalah salah satu cerminan nyata dari dedikasi tersebut. Berbekal pengalaman hampir tiga tahun sebagai Mantri di BRI Unit Simpang Barakas, Branch Office (BO) Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Rani telah menyaksikan langsung bagaimana akses permodalan yang tepat sasaran sanggup meniupkan optimisme baru bagi masyarakat dalam merajut mimpi membesarkan usaha mereka.
Kiprah Rani di lapangan tentu jauh dari kata mulus. Pada awal masa penempatannya, ia harus berdamai dengan tantangan geografis yang cukup ekstrem.
Mulai dari infrastruktur jalan yang belum berlapis aspal, rute yang berubah menjadi kubangan lumpur saat musim penghujan, hingga minimnya akses sinyal telekomunikasi. Namun, alih-alih menyerah, deretan kendala alam tersebut justru mempertebal tekadnya untuk terus hadir mendampingi masyarakat pelosok.
Dalam sebuah keterangan tertulis pada Selasa (21/7/2026), Rani mengungkapkan bahwa profesinya sebagai Mantri BRI merupakan sebuah privilese untuk ikut serta mengubah nasib masyarakat menjadi lebih baik.
"Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga," tegas Rani.
"Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," tambahnya.
Bagi Rani, layanan perbankan yang kaku tidak akan cukup untuk memajukan UMKM. Ia memilih pendekatan humanis dengan membangun kedekatan personal, menjadi pendengar yang baik atas keluh kesah nasabah, dan selalu hadir memberikan solusi di masa sulit.
Kerja keras berbalut empati ini terbukti membuahkan hasil manis. Tidak sedikit nasabah binaan Rani yang awalnya hanya mengandalkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), perlahan tumbuh pesat hingga mampu mengakses pembiayaan skala komersial.
Peran Rani tak berhenti pada urusan modal. Ia juga bertindak sebagai agen literasi keuangan yang secara aktif memperkenalkan ekosistem digital BRI—seperti aplikasi BRImo, transaksi QRIS, hingga layanan AgenBRILink—kepada masyarakat desa. Tujuannya satu: memastikan pelaku UMKM dapat mengelola keuangan secara produktif, efisien, dan tetap terjamin keamanannya.
Baca Juga: JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik
Menanggapi kiprah militan para tenaga pemasar di lapangan, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa Mantri BRI memang diplot sebagai ujung tombak perusahaan dalam menyukseskan agenda pemberdayaan ekonomi rakyat.
Menurutnya, eksistensi Mantri di tengah-tengah komunitas merupakan pilar strategis BRI guna mewujudkan inklusi keuangan sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis UMKM secara berkesinambungan.
"Mantri BRI bukan hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga menjadi pendamping yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Mereka hadir untuk membangun kepercayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendampingi pelaku UMKM agar mampu tumbuh, naik kelas, dan semakin berdaya saing," urai Akhmad.
Berita Terkait
-
Danantara Asset Management Siap Bawa Eks BRI MI Jadi Perusahaan Investasi Berdaya Saing
-
BRI Pastikan Penjualan Saham BRI MI Tak Ganggu Kinerja Operasional
-
Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara
-
Cara Bayar Uang Pangkal dan SPP Sekolah Lewat BRImo
-
Gelaran BRImo dan Great World Circus On Ice 2 di Makassar: Akrobatik Kelas Dunia Tampil Spektakuler
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Dedikasi Tanpa Batas Mantri BRI di Padang Lawas
-
PPATK Catat Perputaran Dana Judi Online Turun untuk Pertama Kalinya sejak 2017
-
Kronologi Suami Guru di Tanjungbalai Cabuli Anak Yatim Piatu, Korban Dibujuk Main HP
-
Femas Yani Arianto, WNI yang Kabur dari Rombongan Wisata di Korsel Diduga Overstay
-
Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
-
Danantara Asset Management Siap Bawa Eks BRI MI Jadi Perusahaan Investasi Berdaya Saing
-
Usut Emas 74 Kg di Sentul, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU Febrie Adriansyah
-
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi
-
Bongkar Korupsi Petral Hingga Akar, JAMPER Layangkan 4 Tuntutan Tegas ke Kejagung
-
Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET