- Bank-bank Himbara resmi mengalihkan seluruh saham anak usaha manajer investasi mereka kepada PT Danantara Asset Management pada 22 Juli 2026.
- Pengalihan saham tersebut dilakukan melalui penandatanganan Akta Jual Beli sebagai bagian dari konsolidasi bisnis dalam Holding BUMN Manajer Investasi.
- Akibat transaksi itu, laporan keuangan anak usaha manajer investasi tidak lagi dikonsolidasikan dan resmi keluar dari grup perbankan masing-masing.
Sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) resmi tidak lagi memiliki bisnis manajer investasi setelah kepemilikan saham anak usahanya dialihkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM).
Suara.com - Hal ini setelah adanya penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) saham pada 22 Juli 2026 sebagai bagian dari konsolidasi perusahaan manajer investasi di bawah ekosistem DAM, Holding BUMN Manajer Investasi.
Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (23/7/2026), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), misalnya, telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikannya di PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) kepada DAM. Sebanyak 19,5 juta lembar saham, setara 65 persen dari modal ditempatkan dan disetor BRI MI, resmi beralih ke DAM.
Dengan selesainya transaksi tersebut, BRI tidak lagi memiliki kepemilikan saham di BRI MI, alhasil laporan keuangan BRI MI tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan BRI dan perusahaan manajer investasi itu resmi keluar dari Grup BRI.
Transaksi tersebut merupakan kelanjutan dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) yang telah diteken pada 1 April 2026.
Menurut perseroan, pengalihan saham ini merupakan bagian dari upaya DAM sebagai holding operasional untuk membangun perusahaan manajemen aset yang lebih kompetitif, memperkuat sinergi bisnis, serta melengkapi kapabilitas yang dimiliki.
Langkah serupa juga dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Melalui anak usahanya PT Mandiri Sekuritas (Mansek) dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai PT Bank Mandiri (Mandiri MCO), seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) dialihkan kepada DAM sebagai bagian dari konsolidasi bisnis manajemen aset di lingkungan Danantara.
Setelah transaksi tersebut efektif, Mansek tidak lagi memiliki saham di MMI sehingga laporan keuangan MMI tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Mansek. MMI juga resmi tidak lagi menjadi bagian dari Grup Bank Mandiri. Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Hal serupa terjadi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Melalui anak usaha PT BNI Sekuritas (BNIS), seluruh saham PT BNI Asset Management (BNI AM) yang dimiliki BNIS dijual kepada DAM sebanyak 39.960.000 saham. Penandatanganan AJB pada 22 Juli 2026 menandai rampungnya transaksi yang sebelumnya telah diawali dengan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 1 April 2026.
Baca Juga: Gelaran BRImo dan Great World Circus On Ice 2 di Makassar: Akrobatik Kelas Dunia Tampil Spektakuler
Dengan rampungnya transaksi tersebut, BNIS tidak lagi memiliki saham di BNI AM. Akibatnya, laporan keuangan BNI AM tidak lagi dikonsolidasikan melalui BNIS dan perusahaan manajer investasi tersebut resmi keluar dari Grup BNI. Perseroan juga menegaskan transaksi itu tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Warna Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 6 Shade yang Bikin Wajah Makin Cerah
-
Kejar Tayang, Kru Harry Potter Sebut Syuting Serial Berlangsung Brutal
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pemilik Truk ODOL yang Mau Beralih ke Truk Standar
-
Review Serial The East Palace: Kisah Mistik Berdarah dari Kerajaan Joseon
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026 Sore Ini: Empat Tim Berebut Semifinal
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru