Bisnis / Keuangan
Kamis, 23 Juli 2026 | 12:47 WIB
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Bank-bank Himbara resmi mengalihkan seluruh saham anak usaha manajer investasi mereka kepada PT Danantara Asset Management pada 22 Juli 2026.
  • Pengalihan saham tersebut dilakukan melalui penandatanganan Akta Jual Beli sebagai bagian dari konsolidasi bisnis dalam Holding BUMN Manajer Investasi.
  • Akibat transaksi itu, laporan keuangan anak usaha manajer investasi tidak lagi dikonsolidasikan dan resmi keluar dari grup perbankan masing-masing.

Sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) resmi tidak lagi memiliki bisnis manajer investasi setelah kepemilikan saham anak usahanya dialihkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM).

Suara.com - Hal ini setelah adanya penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) saham pada 22 Juli 2026 sebagai bagian dari konsolidasi perusahaan manajer investasi di bawah ekosistem DAM, Holding BUMN Manajer Investasi.

Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (23/7/2026), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), misalnya, telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikannya di PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) kepada DAM. Sebanyak 19,5 juta lembar saham, setara 65 persen dari modal ditempatkan dan disetor BRI MI, resmi beralih ke DAM.

Dengan selesainya transaksi tersebut, BRI tidak lagi memiliki kepemilikan saham di BRI MI, alhasil laporan keuangan BRI MI tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan BRI dan perusahaan manajer investasi itu resmi keluar dari Grup BRI.

Transaksi tersebut merupakan kelanjutan dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) yang telah diteken pada 1 April 2026.

Menurut perseroan, pengalihan saham ini merupakan bagian dari upaya DAM sebagai holding operasional untuk membangun perusahaan manajemen aset yang lebih kompetitif, memperkuat sinergi bisnis, serta melengkapi kapabilitas yang dimiliki.

Ilustrasi BRI. (Dok: BRI)

Langkah serupa juga dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Melalui anak usahanya PT Mandiri Sekuritas (Mansek) dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai PT Bank Mandiri (Mandiri MCO), seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) dialihkan kepada DAM sebagai bagian dari konsolidasi bisnis manajemen aset di lingkungan Danantara.

Setelah transaksi tersebut efektif, Mansek tidak lagi memiliki saham di MMI sehingga laporan keuangan MMI tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Mansek. MMI juga resmi tidak lagi menjadi bagian dari Grup Bank Mandiri. Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Hal serupa terjadi di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Melalui anak usaha PT BNI Sekuritas (BNIS), seluruh saham PT BNI Asset Management (BNI AM) yang dimiliki BNIS dijual kepada DAM sebanyak 39.960.000 saham. Penandatanganan AJB pada 22 Juli 2026 menandai rampungnya transaksi yang sebelumnya telah diawali dengan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 1 April 2026.

Baca Juga: Gelaran BRImo dan Great World Circus On Ice 2 di Makassar: Akrobatik Kelas Dunia Tampil Spektakuler

Dengan rampungnya transaksi tersebut, BNIS tidak lagi memiliki saham di BNI AM. Akibatnya, laporan keuangan BNI AM tidak lagi dikonsolidasikan melalui BNIS dan perusahaan manajer investasi tersebut resmi keluar dari Grup BNI. Perseroan juga menegaskan transaksi itu tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Load More