- Hingga pertengahan 2026, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur untuk memperkuat perekonomian domestik.
- Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa alokasi KUR terbesar disalurkan ke sektor pertanian guna mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
- Realisasi Kredit Program Perumahan BRI mencapai Rp10,7 triliun hingga Juni 2026 atau telah menyentuh 89 persen dari total target tahunan.
Suara.com - Optimalisasi pembiayaan ke berbagai sektor strategis terus dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) guna memperkokoh perekonomian domestik.
Sebagai bagian penting dari ekosistem Danantara, BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga agresif memperkuat pembiayaan di sektor penyediaan hunian masyarakat guna menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memaparkan bahwa arah penyaluran pembiayaan BRI senantiasa difokuskan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan nilai tambah bagi negara. Melalui penyaluran KUR yang telah mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur hingga pertengahan 2026, BRI berupaya mendorong kewirausahaan sekaligus memperluas pemerataan ekonomi di tiap daerah.
Secara khusus, besarnya alokasi KUR ke sektor pertanian yang menyentuh angka 42,68 persen menjadi bukti dukungan nyata perseroan terhadap agenda strategis pemerintah.
“Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional,” jelas Akhmad.
Di luar pemberdayaan UMKM konvensional, komitmen BRI dalam menggerakkan ekonomi juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau yang kerap dikenal sebagai KUR Perumahan.
Sektor properti dan perumahan dinilai memiliki daya ungkit yang sangat besar karena melibatkan ratusan industri turunan lainnya.
Tercatat hingga Juni 2026, realisasi KPP BRI telah mencapai Rp10,7 triliun. Angka ini terbilang sangat impresif karena sudah menyentuh 89 persen dari total target penyaluran KPP BRI sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp12 triliun.
Pembiayaan perumahan ini disalurkan secara komprehensif, baik kepada pelaku usaha di sisi penyediaan hunian (supply) maupun masyarakat di sisi permintaan (demand). Langkah ini diyakini mampu memperkuat kapasitas sektor infrastruktur perumahan sekaligus memacu penyerapan tenaga kerja secara masif.
Baca Juga: BRI Poso Bersama Kejari Tuntaskan Kendala Administrasi Kredit ASN
Kendati penyaluran kredit tumbuh dengan sangat agresif di berbagai lini, BRI memastikan bahwa kualitas kredit akan selalu terjaga. Akhmad menekankan bahwa dalam seluruh implementasi bisnisnya, BRI senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian (prudent banking), transparansi, dan akuntabilitas.
Hal ini menjadi prioritas utama manajemen, mengingat seluruh instrumen pembiayaan yang disalurkan, termasuk KUR, sejatinya bersumber dari perputaran dana perbankan yang dihimpun dari simpanan masyarakat. Oleh karena itu, keamanan dana pihak ketiga dan kualitas aset kredit akan terus dijaga melalui mitigasi risiko yang ketat.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi
-
Danantara Bangun Pabrik Magnet Permanen, untuk Komponen EV hingga Senjata Canggih
-
Syarat dan Ketentuan Program Konversi Cicilan Kartu Kredit BRI via BRImo
-
BRI Mudahkan Cicilan Kartu Kredit via BRImo dengan Skema Baru
-
Sebagian Limit BRI Kartu Kredit Kini Bisa Dipindahkan ke Rekening lewat BRImo, Begini Caranya
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun
-
Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi
-
The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus
-
Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV Berbeda untuk Ragam Kebutuhan Mobilitas
-
3 Rekomendasi Bedak Marcks untuk Perawatan Kulit Sensitif dan Jerawat
-
Kena Skandal, Gun-il Resmi Keluar dari Xdinary Heroes dan JYP Entertainment
-
Viral Promosi Miras Pakai Tantangan Baca Al Quran, Yusril Minta Polisi Bertindak
-
Review Film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai: Sajian Komedi Masala Khas India!
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Satu Polisi Terluka Diserang Loyalis Bos Gendut saat Gerebek Narkoba di Kampung Bahari