Bri / News
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB
BRILink. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperluas penetrasi keuangan hingga desa terpencil untuk meningkatkan literasi masyarakat unbanked.
  • Ekonom Ryan Kiryanto menyatakan di Jakarta, Rabu (19/8/2026), bahwa kehadiran BRI berhasil mengubah pengelolaan keuangan warga desa menjadi lebih formal.
  • Pada semester I-2026, sebanyak 487 ribu dari 2 juta debitur KUR senilai Rp103,81 triliun berhasil naik kelas.

Suara.com - Di balik angka triliunan rupiah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dibukukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), tersimpan sebuah pencapaian yang tak kalah penting bagi pembangunan manusia Indonesia.

Penetrasi layanan keuangan BRI hingga ke desa-desa terpencil dinilai telah berhasil menjadi ujung tombak dalam mendongkrak literasi keuangan masyarakat bawah yang sebelumnya berstatus unbanked (belum tersentuh layanan perbankan).

Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, menyoroti fenomena ini sebagai sebuah keberhasilan besar dari sistem perbankan nasional yang dimotori oleh BRI.

Menurutnya, kehadiran BRI di daerah terpencil telah mengubah pola pikir warga lokal dari yang sebelumnya mengandalkan pengelolaan uang secara tradisional, menjadi lebih rasional dan terstruktur secara perbankan formal.

"Prestasi BRI itu bukan sekadar menyalurkan KUR, tapi BRI itu juga langsung atau tidak langsung sudah mendorong yang namanya edukasi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan," tegas Ryan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ryan menambahkan, proses transformasi edukasi ini berjalan secara natural. Masyarakat yang dahulunya awam, kini mulai memahami tata kelola keuangan yang sehat dan modern.

"Orang desa, orang kampung, dulu enggak kenal bank. Begitu BRI masuk ke sana, jadi kenal. Oh, begini toh cara menyimpan duit di bank, cara mencari kredit di bank," tambahnya.

Edukasi yang terbangun melalui ekosistem penyaluran KUR ini berbanding lurus dengan kualitas bisnis para nasabah.

Hal ini dibuktikan dengan catatan fenomenal BRI pada semester I-2026, di mana dari total 2 juta debitur yang menerima fasilitas KUR senilai Rp103,81 triliun, sebanyak 487 ribu debitur di antaranya telah berhasil "naik kelas" atau mengalami graduasi.

Baca Juga: BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Pencapaian graduasi ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa pendampingan dan edukasi keuangan yang diberikan oleh petugas BRI (Mantri BRI) di lapangan membuahkan hasil manis.

Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya sekadar menerima uang, tetapi belajar bagaimana melakukan pembukuan sederhana, menyisihkan keuntungan, mengelola arus kas, hingga akhirnya kapasitas usahanya membesar dan layak menerima fasilitas kredit komersial dengan plafon yang lebih tinggi.

Melalui pendekatan literasi yang inklusif ini, BRI terus memantapkan perannya sebagai Agent of Development (agen pembangunan).

BRI tidak hanya menyelesaikan persoalan permodalan jangka pendek, tetapi sedang membangun fondasi kemandirian finansial masyarakat desa untuk jangka panjang, memastikan roda ekonomi nasional bergerak secara berkelanjutan dari tingkat akar rumput.

Load More