- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperluas penetrasi keuangan hingga desa terpencil untuk meningkatkan literasi masyarakat unbanked.
- Ekonom Ryan Kiryanto menyatakan di Jakarta, Rabu (19/8/2026), bahwa kehadiran BRI berhasil mengubah pengelolaan keuangan warga desa menjadi lebih formal.
- Pada semester I-2026, sebanyak 487 ribu dari 2 juta debitur KUR senilai Rp103,81 triliun berhasil naik kelas.
Suara.com - Di balik angka triliunan rupiah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dibukukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), tersimpan sebuah pencapaian yang tak kalah penting bagi pembangunan manusia Indonesia.
Penetrasi layanan keuangan BRI hingga ke desa-desa terpencil dinilai telah berhasil menjadi ujung tombak dalam mendongkrak literasi keuangan masyarakat bawah yang sebelumnya berstatus unbanked (belum tersentuh layanan perbankan).
Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, menyoroti fenomena ini sebagai sebuah keberhasilan besar dari sistem perbankan nasional yang dimotori oleh BRI.
Menurutnya, kehadiran BRI di daerah terpencil telah mengubah pola pikir warga lokal dari yang sebelumnya mengandalkan pengelolaan uang secara tradisional, menjadi lebih rasional dan terstruktur secara perbankan formal.
"Prestasi BRI itu bukan sekadar menyalurkan KUR, tapi BRI itu juga langsung atau tidak langsung sudah mendorong yang namanya edukasi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan," tegas Ryan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ryan menambahkan, proses transformasi edukasi ini berjalan secara natural. Masyarakat yang dahulunya awam, kini mulai memahami tata kelola keuangan yang sehat dan modern.
"Orang desa, orang kampung, dulu enggak kenal bank. Begitu BRI masuk ke sana, jadi kenal. Oh, begini toh cara menyimpan duit di bank, cara mencari kredit di bank," tambahnya.
Edukasi yang terbangun melalui ekosistem penyaluran KUR ini berbanding lurus dengan kualitas bisnis para nasabah.
Hal ini dibuktikan dengan catatan fenomenal BRI pada semester I-2026, di mana dari total 2 juta debitur yang menerima fasilitas KUR senilai Rp103,81 triliun, sebanyak 487 ribu debitur di antaranya telah berhasil "naik kelas" atau mengalami graduasi.
Baca Juga: BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia
Pencapaian graduasi ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa pendampingan dan edukasi keuangan yang diberikan oleh petugas BRI (Mantri BRI) di lapangan membuahkan hasil manis.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya sekadar menerima uang, tetapi belajar bagaimana melakukan pembukuan sederhana, menyisihkan keuntungan, mengelola arus kas, hingga akhirnya kapasitas usahanya membesar dan layak menerima fasilitas kredit komersial dengan plafon yang lebih tinggi.
Melalui pendekatan literasi yang inklusif ini, BRI terus memantapkan perannya sebagai Agent of Development (agen pembangunan).
BRI tidak hanya menyelesaikan persoalan permodalan jangka pendek, tetapi sedang membangun fondasi kemandirian finansial masyarakat desa untuk jangka panjang, memastikan roda ekonomi nasional bergerak secara berkelanjutan dari tingkat akar rumput.
Berita Terkait
-
Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Mau Beli Rumah dan Mobil Sekaligus? Cek Penawaran BRI Consumer Expo 2026
-
BRI Easy Card Bikin Acara Jajan dan Jalan Makin Seru, Transaksi Online Dijamin Aman
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
-
Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa
-
Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang
-
3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
-
Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini
-
OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi
-
Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah
-
Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung
-
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'