Bri / News
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:08 WIB
KUR BRI Tanpa Jaminan: Solusi Pembiayaan Hingga 100 Juta untuk UMKM (Freepik)
Baca 10 detik
  • PT Bank Rakyat Indonesia menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp103,81 triliun kepada dua juta debitur hingga semester I-2026.
  • Ekonom Senior Ryan Kiryanto menyatakan pembiayaan mikro ini memicu efek berganda nyata berupa penciptaan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
  • Dana KUR didominasi sektor produktif padat karya, yakni pertanian sebesar 42,68 persen dan perdagangan sebesar 32,34 persen.

Suara.com - Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan dampak positif yang melampaui sekadar pemberian modal usaha.

Suntikan dana segara ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini terbukti memicu multiplier effect (efek berganda) yang sangat nyata di lapangan, salah satunya adalah penciptaan lapangan kerja baru (job creation) hingga ke daerah-daerah pelosok.

Keberhasilan BRI dalam mengawal program strategis pemerintah ini mendapat apresiasi dari Ekonom Senior yang juga menjabat sebagai Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto.

Menurutnya, konsistensi BRI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui fasilitas pembiayaan sektor mikro sangat krusial dalam menopang daya tahan masyarakat bawah, terutama di tengah dinamika ekonomi.

"KUR ini sangat dibutuhkan untuk pelaku-pelaku ekonomi yang masuk kategori skala istilahnya tuh mikro dan kecil. Karena KUR itu kan fasilitas kredit untuk dunia usaha yang range-nya itu ya paling kecil mungkin Rp10 juta, paling besar Rp500 juta," ungkap Ryan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Skala pembiayaan yang tepat sasaran ini secara otomatis mendorong kapasitas produksi UMKM. Ryan memaparkan secara gamblang bagaimana eksekusi KUR yang solid dari BRI memiliki korelasi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

Ketika seorang pengusaha mikro mendapatkan akses permodalan dan berhasil memperbesar usahanya, mereka pasti akan membutuhkan tambahan sumber daya manusia operasional.

"Dampak KUR ke lapangan kerja itu sangat riil. Anda datang minta kredit kecil KUR Rp25 juta untuk renovasi tempat jadi restoran atau kafe. Terus banyaknya orang datang dan ngelayani sendiri repot, lalu Anda mulai merekrut tukang cuci piring, bagian melayani konsumen, sampai kasir. Nah, itulah namanya job creation," jelas Ryan memberikan contoh konkret.

Kinerja impresif ini bukan sekadar klaim. Hingga semester I-2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah menembus angka Rp103,81 triliun yang dinikmati oleh 2 juta debitur di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Menariknya, aliran dana ini didominasi oleh sektor-sektor produktif yang padat karya, seperti sektor pertanian yang menyerap 42,68 persen porsi pembiayaan, serta sektor perdagangan dengan porsi mencapai 32,34 persen.

Tingginya serapan di sektor pertanian dan perdagangan ini membuktikan bahwa dana yang disalurkan BRI benar-benar masuk ke urat nadi perekonomian masyarakat.

Setiap triliun rupiah yang mengalir tidak hanya menghidupi sang peminjam, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi ratusan ribu tenaga kerja harian, petani penggarap, hingga pramuniaga di daerah terpencil. Dengan kapabilitas jaringan yang sangat luas, BRI terus membuktikan kapasitasnya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang paling efektif di Indonesia.

Load More