- Hingga 20 Agustus 2026, satelit NOAA-20 mendeteksi 1.487 titik panas di Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah sebagai wilayah terbanyak.
- Kondisi udara akibat kebakaran menyebabkan jarak pandang di Pontianak dan Palangka Raya menurun drastis pada 19 Agustus 2026.
- Dampak asap kebakaran turut mengganggu negara tetangga hingga menyebabkan penutupan 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tengah jadi perhatian banyak pihak. Tak hanya di Indonesia namun negara tetangga seperti Malaysia.
Hingga 20 Agustus 2026, sebanyak 1.487 titik panas (hotspot) terdeteksi di seluruh wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 767 titik.
Selanjutnya Kalimantan Barat mencatat 560 titik, Kalimantan Timur 103 titik, Kalimantan Selatan 40 titik, dan Kalimantan Utara 18 titik.
Sementara, Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan tajam hotspot berkepercayaan tinggi pada 19 Agustus 2026.
Pada hari itu, terdapat 259 hotspot di Kalimantan Barat, 242 di Kalimantan Tengah, dan 17 di Kalimantan Selatan.
Totalnya mencapai 518 hotspot, atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 109 titik di tiga provinsi tersebut.
Peningkatan aktivitas kebakaran juga berdampak terhadap kondisi udara di sejumlah wilayah.
Pada 19 Agustus, BMKG mencatat kondisi berasap di Bandara Supadio, Pontianak, dengan jarak pandang sekitar 1,2 kilometer.
Baca Juga: Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!
Sementara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, jarak pandang yang diamati sekitar 3 kilometer pada pagi hari.
Kondisi ini membuat negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mulai terganggu aktivitas warganya.
Dilansir Bernama, Kamis (20/08) Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) mengatakan 108 sekolah di wilayah Serian, Serawak, Malaysia ditutup sementara. Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan itu melebihi ambang batas polusi.
Kondisi yang terjadi hari ini juga pernah dialami 28 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1998.
Sejumlah media internasional, menurunkan headline mengenai kebakaran hutan Kalimantan yang mengganggu negara-negara tetangga Indonesia.
Laporan Los Angeles Times yang ditulis David Lamb dan terbit pada 23 Maret 1998 berjudul "Fires Again Ravage Indonesia’s Forests" menyebut kebakaran tersebut memunculkan kekhawatiran akan terulangnya bencana lingkungan.
Berita Terkait
-
Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
-
Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton
-
Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila
-
5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review
-
Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi
-
Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital