- Kredit UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen pada Juni 2026.
- Pertumbuhan kredit UMKM BRI tersebut melampaui industri perbankan nasional yang hanya mencatat angka 1,05 persen.
- BRI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp103,8 triliun kepada dua juta debitur pada periode tersebut.
Suara.com - Segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu titik yang paling menonjol dalam kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga Juni 2026.
Kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan nasional yang hanya mencapai 1,05 persen pada Juni 2026.
Dengan demikian, pertumbuhan kredit UMKM BRI berada sekitar 7,55 poin persentase di atas pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan.
Perbandingan tersebut menjadi penting karena UMKM merupakan bisnis inti BRI. Hingga akhir Juni 2026, sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen tersebut.
Kontras dengan perlambatan kredit UMKM nasional
Data OJK menunjukkan kredit UMKM nasional memang masih tumbuh positif, tetapi lajunya relatif terbatas. Pada Juni 2026, kredit UMKM tumbuh 1,05 persen yoy, meningkat tipis dibandingkan 0,60 persen pada Mei 2026.
Pada periode yang sama, keseluruhan kredit perbankan nasional justru tumbuh 12,67 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan kredit secara keseluruhan dan pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM.
Di tengah kondisi tersebut, pertumbuhan kredit UMKM BRI sebesar 8,6 persen menjadi anomali positif.
Jika pertumbuhan kredit BRI secara keseluruhan mencapai 16,2 persen, pertumbuhan kredit UMKM BRI memang lebih rendah. Namun, bila pembandingnya adalah segmen UMKM perbankan nasional, kinerja BRI terlihat jauh lebih kuat.
Selisih tersebut mencapai 7,55 poin persentase.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan besarnya porsi UMKM tidak terlepas dari posisi segmen tersebut sebagai inti bisnis perseroan.
βBRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,β kata Hery, melalui keterangan resminya.
Hingga Juni 2026, total kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun. Dengan total kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar Rp1.646 triliun, porsi UMKM mencapai sekitar 75,1 persen.
Struktur tersebut membuat kinerja BRI sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi usaha kecil dan menengah.
BI sendiri mencatat indeks bisnis UMKM meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100 menunjukkan aktivitas UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi. Data tersebut menjadi salah satu konteks yang digunakan BRI untuk melihat prospek pertumbuhan segmen tersebut.