Rapor Kinerja BRI Sepanjang 2026: Unggul Telak di Kredit UMKM dan Profitabilitas

Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB
Ilustrasi UMKM BRI
  • Kredit UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen pada Juni 2026.
  • Pertumbuhan kredit UMKM BRI tersebut melampaui industri perbankan nasional yang hanya mencatat angka 1,05 persen.
  • BRI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp103,8 triliun kepada dua juta debitur pada periode tersebut.
Gedung BRI. (Dok: BRI)

Bukan sekadar menyalurkan kredit

BRI menyatakan strategi UMKM tidak hanya bertumpu pada penyaluran kredit.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Program Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Sementara itu, platform digital LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM dan program Rumah BUMN melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM.

Dari sisi pembiayaan bersubsidi, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur sepanjang Januari-Juni 2026.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery mengatakan pembiayaan dan pemberdayaan ditempatkan sebagai dua bagian dari satu strategi.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan,” ungkap Hery.

Menurut dia, tujuan akhirnya adalah menciptakan siklus ketika UMKM memperoleh akses pembiayaan, mendapatkan pendampingan, meningkatkan kapasitas, kemudian masuk ke ekosistem usaha yang lebih besar.

Meski pertumbuhan kredit UMKM BRI jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit UMKM industri, data tersebut tidak boleh dibaca sebagai bukti bahwa seluruh risiko kredit BRI berada di bawah industri.

NPL BRI pada Juni 2026 tercatat 2,9 persen, turun dari 3,0 persen setahun sebelumnya. Namun, NPL gross industri perbankan nasional pada periode yang sama tercatat 2,09 persen.

Dengan kata lain, BRI berhasil meningkatkan pertumbuhan kredit UMKM sekaligus memperbaiki NPL secara tahunan, tetapi rasio kredit bermasalah BRI masih lebih tinggi daripada level industri.

Ekspansi di sini jadi faktor yang amat penting. Pertumbuhan kredit yang tinggi harus diikuti kemampuan bank menjaga kualitas debitur agar ekspansi tidak berubah menjadi tekanan kualitas aset pada periode berikutnya.

*Profitabilitas BRI juga berada di atas industri*

Keunggulan relatif BRI tidak hanya terlihat pada pertumbuhan kredit UMKM.

ROA BRI tercatat sekitar 2,7 persen, sementara ROA industri perbankan nasional berada pada 2,47 persen pada Juni 2026.

Dengan demikian, setidaknya dari dua indikator—pertumbuhan kredit UMKM dan ROA—BRI menunjukkan kinerja di atas posisi industri.

Pertumbuhan kredit UMKM BRI: 8,6 persen
Pertumbuhan kredit UMKM industri: 1,05 persen

ROA BRI: sekitar 2,7 persen
ROA industri: 2,47 persen

Namun, terdapat indikator yang bergerak berlawanan. DPK BRI tumbuh 6,7 persen, sedangkan DPK industri tumbuh 10,21 persen. Ini menunjukkan BRI masih menghadapi tantangan dalam memperkuat basis pendanaan sejalan dengan agresivitas ekspansi kreditnya.

Segmen UMKM menjadi pembeda

Kinerja tersebut memperlihatkan karakter berbeda antara BRI dan perkembangan industri perbankan secara umum.

Ketika kredit UMKM nasional hanya tumbuh 1,05 persen, pembiayaan UMKM BRI masih dapat tumbuh 8,6 persen. Selisih yang cukup lebar itu menunjukkan kemampuan BRI mempertahankan ekspansi pada segmen yang secara industri mengalami pertumbuhan relatif lambat.

Namun, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan angka pertumbuhan. BRI harus memastikan ekspansi tersebut menghasilkan debitur yang sehat, menjaga kualitas aset, sekaligus memperoleh sumber pendanaan dengan biaya yang efisien.

Dalam konteks itu, strategi transformasi BRI—mulai dari penguatan bisnis mikro, granular risk management, pengembangan ekosistem, digitalisasi, hingga pemberdayaan—akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah pertumbuhan UMKM tersebut bersifat berkelanjutan.

Hery menegaskan ukuran keberhasilan BRI tidak hanya berada pada angka aset, kredit, dan laba.

“Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata dia.

Dengan data semester I 2026, segmen UMKM memang menjadi salah satu titik kinerja BRI yang paling jelas berada di atas pertumbuhan industrinya. Tetapi keberhasilan tersebut tetap perlu diuji melalui kualitas kredit dan kemampuan menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan.

**Data industri berasal dari BI/OJK dan data BRI berasal dari paparan kinerja Triwulan II 2026.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com