SuaraCianjur.id,- Sosok Pesulap Merah yang menyambangi padepokan Gus Samsudin menghebohkan media sosial. Kehebohan itu muncul lantaran suasana perseturuan mereka. Bahkan dikabarkan Gus Samsudin tak terima karena banyak pihak yang mendesaknya, usai video kedatangan sang Pesulap Merah beredar luas di berbagai platform media sosial. Sebelumnya diketahui bahwa si Pesulap Merah bermaksud untuk membuka trik yang diduga digunakan Gus Samsudin dalam upaya pengobatannya. Hal itu mulai dari trik batu getar, bakar tisu tanpa api hingga kelapa isi paku.
Awalnya Pesulap Merah membongkar beberapa trik dan alat-alat yang biasa digunakan di dunia perdukunan, seperti keris, jenglot, tuyul, santet dan sebagainya. Kini jika Pesulap Merah alias Marcel Radhival terus melakukan pembongkaran trik-trik yang dilakukan seseorang yang mengaku sebagai dukun.
“Kita coba bongkar ya, apa yang sebenarnya dilakukan oleh para dukun abal-abal itu,” kata dia.
Salah satu yang sudah ia bongkar adalah boneka jenglot yang kerap digunakan oleh para dukun. Kebanyakan orang mengetahui jika Jenglot diklaim bisa mendatangkan keberuntungan dan penolak bala bagi yang memilikinya. Namun ternyata jenglot yang digunakan para dukun abal-abal hanyalah sebuah benda yang menggunakan alat khusus sehingga bisa bergerak ataupun menyala.
“Ini (jenglot) sebenarnya hanyalah alat biasa saja. Tidak memiliki kekuatan apapun kok,” ujarnya.
Pesulap merah juga menunjukkan jenglot dengan beragam posisi, yaitu posisi duduk, berdiri, hingga ada juga yang versi aslinya, yaitu campuran dari kelelawar yang dikeringkan.
Menurutnya, Jenglot yang kerap digunakan oleh para dukun biasanya akan terlihat menyala dan mengeluarkan darah sehingga orang-orang semakin percaya, bahwa di dalamnya memang ada hal ghaib.
"Kalau yang duduk, biasanya pakai tisu ditutupin, biar gak terlalu kelihatan, seolah-olah ada yang nyala dari dalam tisunya," ungkap Pesulap Merah, dikutip dari suara.com.
Padahal sebenarnya, sambung Pesulap Merah, ada tombol tersembunyi yang terletak di bagian paha jenglot.
Baca Juga: BOS Kemenag Capai Rp.2,5 Triliun, Buat Apa?
Lucunya, Pesulap Merah mengungkapkan jika jenglot yang asli terbuat dari kelelawar yang dikeringkan. Sementara rambutnya berasal dari rambut di salon.
"Kalau giginya biasanya berasal dari kuku ayam, diamplas seperti itu. Itu aslinya," kata Pesulap Merah.
Menurut Marcel, jenglot sebenarnya memang ada dan digunakan hanya sebagai pajangan, seperti action figure. Tetapi, kata Pesulap Merah, jenglot dan alat-alat lainnya justru banyak digunakan untuk hal yang kurang baik.
"Bilangnya penolak bala, mendatangkan rezeki. Dan banyak yang percaya. Padahal itu kebohongan," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Diprotes Ketua Gerindra soal Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo: Siap Salah!
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Launching Agustus 2026, Ini Bocoran Desain Jersey Persija Buatan Adidas
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan