/
Selasa, 09 Agustus 2022 | 12:52 WIB
Presiden Jokowi sesaat setelah meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak. (Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden) (Foto Istimewa)

SuaraCianjur.Id,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Polri untuk bisa mengungkap kebenaran di balik kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat.

Pernyataan Presi den Jokowi tidak berbeda dari yang pernah disampaikan sebelumnya agar Polri tidak menutup-nutupi kasus tersebut.

"Iya sejak awal kan saya sampaikan usut tuntas, jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya, ungkap kebenaran apa adanya," kata Jokowi sebagaimana dikutip melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (9/8/2022).

Jokowi enggan apabila kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun. Menurutnya citra Polri haru tetap terjaga di mata masyarakat.

"Sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, itu yang paling penting, citra Polri harus tetap kita jaga."

Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, baru saja memberikan kesaksian dan informasi mengenai kasus tewasnya Brigadir J. DIketahui kalau Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Keterangan yang terlontar dari Bharada E tersebut, menyusul pengajuan dirinya menjadi Justice Collaborator (JC), supaya bisa mendapatkan perlindungan sebagai saksi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.

Setelah mengutarakan informasi apa yang menjadi kebutuhan dalam penyidikan kasus ini, Bharada E merasa sangat lega.

"Kemarin dia (Bharada E) sudah lega bangat begitu. Sudah plong," kata Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin.

Baca Juga: Ini Rincian Tarif Baru Ojek Online, Naik Per Agustus 2022

Sumber: Suara.com

Load More