SuaraCianjur.Id,- Gizi buruk terutama bagi ibu dan balita menjadi salah satu masalah kesehatan yang masih ditemui di Indonesia, terutama dalam keluarga tingkat ekonomi rendah.
Kekurangan gizi dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak, dan Pandemi Covid-19 turut berdampak kepada kesulitan ekonomi sebagian masyarakat yang berimbas pada kebutuhan asupan gizi bagi anak dan keluarganya.
Mendukung upaya pemerintah dalam membantu meningkatkan kualitas gizi ibu dan balita, sekaligus mengurangi kasus stunting di Indonesia, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) memberikan edukasi kepada orang tua melalui kegiatan CSRnya.Para ibu-ibu itu tergabung dalam PKK Kelurahan Pelindung Hewan, Kota Bandung.
Business Unit Head WOM Finance Jawa Barat, Andriansyah Gumay mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi pilar Kesehatan, yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan edukasi gizi.
Kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka stunting, dengan membagikan paket vitamin bagi ibu dan anak.
“Kesehatan menjadi salah satu hal yang utama bagi masyarakat dan tentunya menjadi fokus WOM Finance juga dalam melaksanakan kegiatan CSR. Terlebih menyangkut kesehatan ibu dan anak. Dan dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas kesehatan sehingga kekurangan gizi yang selama ini terjadi bisa sedikit demi sedikit teratasi demi tumbuh kembang ibu dan anak yang sehat,” kata dia.
Kepala Puskesmas Kelurahan Pelindung Hewan, dr. Riyanti menjelaskan, jika stunting dapat dilakukan pada 1.000 hari pertama anak dari setelah lahir.
"Kehidupan anak di 1.000 hari pertamanya itu sangat mempengaruhi, kedepannya apa akan menjadi stunting atau tidak," kata Riyanti.
Dia mengaku di puskesmas yang dipimpinnya, sempat menjadi wilayah yang paling banyak terdapat anak yang alami stunting. Dengan penanganan yang dikolaborasikan banyak pihak, kasus stunting tersebut kini telah menurun.
Baca Juga: Dikritik karena Datangkan Gus Samsudin, Ini Pembelaan dr Richard Lee
Untuk antisipasi adanya stunting kembali di wilayahnya, Riyanti menggalakan program Chating yang artinya pencegahan stunting. Pada program tersebut, para warga diminta turut aktif di lingkungan dan melaporkan jika didapati anak yang alami stunting.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Apa Arti Dirgahayu? Ini Cara Penulisan yang Benar untuk Ucapan HUT RI
-
Upacara Penurunan Bendera Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
-
itel VistaTab 30 Pro: Tablet Layar 13 Inci dengan Baterai 10.000 mAh dan Bonus Keyboard
-
Suasana Khidmat Tengah Malam: Momen Presiden Prabowo Mengheningkan Cipta di Depan Makam Pahlawan
-
Profil Kolonel Inf Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
-
Jejak Konsep Proklamasi yang Musnah Dibakar di Rumah Sejarah Rengasdengklok
-
Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026