/
Senin, 15 Agustus 2022 | 11:45 WIB
Kawasan Jalan Braga Kota Bandung banyak terpajang karya seniman lukisan yang mendunia (Diskominfo)

SuaraCianjur.id,- Siapa yang tidak kenal kawasan Jalan Braga Kota Bandung. Ya, Braga adalah salah satu bukti sejarah yang ikonik karena meninggalkan banyak bangunan bersejarah. Di masa sekarang ini, Braga menjadi salah satu pusat wisata para seniman yang wajib dikunjungi di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kota Bandung, Rahmat Jabaril seusai acara Diskusi Pameran Pulau Emas.

Menurut Rahmat, kondisi Braga mulai berubah sejak Abah Ropih, tokoh seniman Kota Bandung menginisiasi trotoar sebagai display karya lukisan para seniman di tahun 2.000. 

"Akhirnya dari sana (Braga) jadi punya daya tarik tersendiri. Malah banyak orang yang ikut berkarya dan berjualan di sana, sehingga terbangun suasana lain tentang Jalan Braga," kata Rahmat. 

Hadirnya para seniman lukisan di Braga berdampak pada munculnya bentuk ekonomi kreatif lain, seperti fotografi dan kuliner. 

Selain itu, Rahmat mengatakan, Abah Ropih ingin menjadikan Braga sebagai tempat pembelajaran seni. 

"Keinginan Abah Ropih, Jalan Braga bisa menjadi perguruan seni tidak langsung, seperti 'universitas terbuka'. Semua orang bisa belajar di sana dengan para senior. Siapa pun boleh belajar dan berjualan," kata dia. 

Bagi Rahmat, Abah Ropih merupakan salah satu tokoh seniman yang multitalent. Abah Ropih tak hanya fokus pada seni rupa, tapi juga mengeksplorasi seni lainnya. Mulai dari musik, seni tradisional, sehingga bisa merangkul semua seniman di Kota Bandung. Selain sebagai pelukis, Abah Ropih juga penggagas ruang kreatif di Jalan Braga. 

"Dulu, tidak begitu banyak cafe di Braga, paling adanya toko buku. Apalagi kalau ke arah Braga Selatan, itu justru banyak toko yang tutup. Sekarang mulai banyak cafe di daerah sana sejak mulai ramainya lukisan yang berjualan di sekitarnya," ucapnya. 

Baca Juga: Inilah Cara Terbaik untuk Menghindari Penyebaran Cacar Monyet

Ia mengaku, orang luar Bandung mengenal Braga sebagai kawasan seni, terutama seni lukis. Sehingga, jika ada yang ingin membeli karya lukis, mereka tahu tempat yang paling tepat, yakni Braga. 

"Braga ini dijadikan sebagai jalan seni, menjadi aset wisata Kota Bandung. Tinggal bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa memperluas kolaborasi dengan dan memfasilitasi para seniman untuk bisa menghidupkan usaha di kawasan Braga," jelasnya. 

Ia menambahkan, pendapatan daerah Kota Bandung sebagian besar merupakan dari hasil kreativitas masyarakat yang bernilai seni.

Sehingga Kota Bandung dikenal masyarakat luas sebagai pusatnya para seniman. Bahkan, banyak seniman Kota Bandung yang menginspirasi terciptanya festival besar di kota-kota lain. 

"Kita juga berharap, setiap tahun Pemkot bisa mengadakan festival seni. Misalnya setiap Desember ada festival seni di Braga, mulai dari seni tradisional sampai ke seni kontemporer," tuturnya.

"Bisa menciptakan branding kalau braga itu semacam barometer kesenian di Kota Bandung," imbuh Rahmat. 

Load More