SuaraCianjur.id- Kasus pembunuhan Brigadir J dengan aktor utama Irjen Pol Ferdy Sambo telah menyeret sejumlah nama-nama personel Polri.
Dari data terbaru sebanyak 35 personel diduga melanggar kode etik profesi polisi (KEPP) dalam penanganan kasus tersebut. Dari sekian nama ada Kapuslabfor Polri, yang dijabat oleh Brigjen Agus Budiharta. Ia kini ditempatkan dalam tempat khusus (Patsus) Mako Brimob. Keterlibatan Kapuslabfor, semakin menambah daftar panjang citra buruk Korps Bhayangkara.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menilai dengan adanya situasi yang terjadi sekarang, kinerja selama ini hanyalah sia-sia. Selama ini kerja-kerja Polisi dalam mengungkap kasus sangat bergantung pada fungsi Laboratorium Forensik.
"LBH Jakarta menilai bahwa dugaan keterlibatan tersebut menambah buruk citra Polri karena kerja-kerja kepolisian selama ini cukup bergantung pada fungsi Labfor dalam mengungkap suatu kasus kejahatan," kata pengacara publik LBH Jakarta, Teo Reffelsen dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).
Teo mengatakan dalam perkembangan teknik penyidikan modern Scientific Crime Investigation merupakan perangkat kemampuan, yang wajib dikuasai oleh Kepolisian modern di tengah kompleksitas fenomena kejahatan.
Tampaknya integritas ujung tombak Scientific Crime Investigation tercoreng setelah adanya dugaan keterlibatan Brigjen Agus Budiharta yang saat ini duduk di kursi Kapuslabfor.
Dalam beberapa kasus yang ditangani oleh LBH Jakarta, lanjut Teo, integritas dari hasil forensik patut dipertanyakan kebenarannya.
Kedudukan Puslabfor dalam struktur kepolisian, menjadikan sebuah bagian struktur yang mungkin bisa diintervensi dan dipengaruhi karena terdapat relasi kuasa.
"Terlebih terhadap kasus-kasus yang melibatkan anggota kepolisian," kata dia.
Baca Juga: Kisah Veteran Perang Kemerdekaan, Curi Buah di Kebun Warga Demi Beri Makan Prajurit
LBH Jakarta juga menilai terkait dugaan keterlibatan Brigjen Agus, ada hal yang kontradiktif dengan apa yang selama ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri pada tanggal 5 Agustus 2022 lalu menyebut, akan mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J menggunakan metode Scientific Crime Investigation.
"Sehingga LBH Jakarta berpandangan bahwa pernyataan Kapolri tersebut patut untuk disangsikan," ucap Teo.
Teo melanjutkan, kasus kematian Brigadir J menunjuklan adanya dugaan kuat kalau Puslabfor sangat rentan digunakan sebagai sarana rekayasa kasus.
Merujuk pada catatan pendampingan LBH Jakarta, terdapat kasus salah tangkap disertai penyiksaan yang sarat akan rekayasa dan diduga kuat melibatkan Puslabfor Polri, yakni kasus salah tangkap di Bekasi.
Teo mengatakan, dalam kasus tersebut Labfor melakukan pemeriksaan laboratoris kriminalistik terhadap beberapa barang bukti. Namun, pemeriksaan yang dilakukan Labfor tersebut tidak dilakukan dengan kepatuhan terhadap kaidah-kaidah pemeriksaan forensik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?