SuaraCianjur.id- Tersangka yang menjadi dalang pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Irjen Pol Ferdy Sambo sudah menjadi tersangka. Ia sempat membuat skenario agar kasus ini tertutup. Namun semua itu dibuat luluh lantak oleh para Jenderal bintang tiga kepolisian.
Ferdy bersama rekan dan anak buahnya membuat dan merekayasa skenario kematian ajudannya sendiri.
Isu pertama yang mencuat ke publik menyebut jika Brigadir J melecehkan istrinya bernama Putri Candrawathi. Ternyata hal itu hanyalah akal-akalan semata. Di tangan empat Jenderal kepolisian yang tergabung dalam timsus bentukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, 'kertas' skenario itu pun 'dirobek'.
Desakan publik mencuat ketika mencium aroma kejanggalan kematin Brigadir J. Polri pun didesak untuk mengungkap kasus ini supaya terang benderang. Kasus ini semakin cepat terungkap, setelah Presiden Jokowi meminta Kapolri mengusut kasus ini dan jangan ada yang ditutup-tutupi.
Empat orang Jenderal bintang tiga yang membungkam skenario palsu hasil rancangan Ferdy Sambo dan orang-orang terdekatnya yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Soeparno, bertindak sebagai penanggung jawab timsus, ada Irwasum Irjen Agung Budi Maryoto selaku ketua, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, dan Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri.
Mereka langsung memeriksa pihak-pihak terkait dalam kasus kematian Brigadir J. Dalam kasus ini Bharada E seolah menjadi kambing hitam dari kejahatan yang dilakukan atasannya sendiri.
Kemudian setelah Bharada E ditetapkan menjadi tersangka, Ia bersedia untuk menjadi Justice Collaborator. Maka dari situlah titik terang kasus ini terlihat. Beberapa orang telah ditetapkan menjadi tersangka, termasuk suami-istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Baku Tembak Brigadir J dan Bharada E
Dari beberapa skenario yang direkayasa oleh Ferdy Sambo, adalah aksi baku tembak. SKenario ini menjadi sorotan publik lantaran apa yang dilakukan oleh Brigadir J dan Bharada E, sangat tidak logis.
Baca Juga: Rektor Unila Kena OTT KPK di Wilayah Bandung Kini Sedang Diperiksa Intensif
Namun skenario palsu itu terungkap ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh timsus dan pemeriksaan terhadap para saksi tidak ada aksi tersebut.
"Ditemukan perkembangan terbaru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti dilaporkan awal. Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan," ucap Listyo di Bareskrim Polri, Selasa (9/8) malam.
Justru yang ada menurut Kapolri adalah Ferdy Sambo mengambil senjata milik Brigadir J, kemudian melepaskan tembakan kearah tembok, agar berkesan terjadi tembak menembak.
Orang-orang Perusak Lokasi Perkara
Irjen Ferdy Sambo bersama orang-orang yang berada di lingkarannya ikut merusak tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan ketidak profesionalan dari orang-orang yang ditunjuk menangani TKP pembunuhan Brigadir J, di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Inspektorat Khusus (Irsus) telah melakukan pemeriksaan terhadap 83 orang yang berkaitan dalam perkara ini. Sebanyak 35 personel diduga telah melanggar kode etik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Sabu Jadi Bisnis Keluarga di Kerinci, Ayah Bantu Anak hingga Kakak dan Adik Kompak Beraksi
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
Musyawarah PERBASASI DKI Jakarta Lancar, Fokus Pengembangan Prestasi dan Persiapan Menuju PON
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP