/
Jum'at, 02 September 2022 | 16:10 WIB
Buya Yahya. (Youtube/Al-Bahjah TV) (Foto Istimewa - Tangkapan Layar Akun Youtube)

SuaraCianjur.id- Setiap bulan dalam agama Islam memilik keutamannya masing-masing, termasuk bulan Safar

Bulan Safar adalah bulan kedua setelah bulan Muharram dalam kalender hijriah. Namun saying, kebanyakan orang beranggapan kalau bulan Safar termasuk bulan sial.

Tak hanya itu banyak juga orang-orang memilih untuk tidak melakukan pernikahan di bulan Safar. Namun semua itu hanya kekeliruan yang harus diluruskan. 

Buya Yahya dalam penjelasannya, seperti melansir dari kanal youtube Al-Bahjah TV dilihat pada hari Jumat (2/9/2022), soal bagaimana menikah di bulan Safar

Buya Yahya menyampaikan, menikah dibulan Safar sangat dibolehkan, asal jangan menikah dengan saudara baik itu kaka maupun sendiri.

adalah boleh.

"Boleh kok menikah di bulan Safar dan bulan kapit atau bulan Dzulqaidha, asalkan jangan menikah dengan saudaramu sendiri," kata Buya Yahya. 

Menurutnya, nikah adalah ibadah dan kebaikan untuk menjauhi dari segala dosa berzina. Makanya Buya Yahya menyampaikan jika menikah dibulan Safar boleh-boleh saja.

Secara tegas Buya Yahya menyampaikan dalam Islam tidak ada sebutan bulan sengsara atau celaka, bulan kejepit dan lainnya. Ia meminta kepada umat muslim untuk tidak percaya dengan hal-hal seperti itu. 

Baca Juga: Putri Candrawathi Masih Bebas, Benarkah Ferdy Sambo Masih Punya Pengaruh Kuat? Ini Kata Pengamat

"Menikah itu baik. Jangan ditunda-tunda. Lagian tidak ada bulan kesengsaraan ataupun celaka," jelasnya.

Setiap bulan dalam Islam adalah baik. Kesialan seseorang bukan letak pada bulannya tapi atas keteledoran sendirinya atau datang dari seseorang yang berbuat maksiat dam dzolim. 

Maka dari itu Buya Yahya menyampaikan jangan menilai dan mempercayaia adanya bulan sengsara, sial, dan sebagainya. 

Sumber: Youtube

Load More