SuaraCianjur.id- Akibat ulah oknum dari supporter yang menyalakan flare saat menghadapi Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, membuat Arema FC kembali harus membayar denda sebesar Rp50 juta.
Hal itu sangat disayangkan oleh Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris. Dirinya mengatakan pihak manajemen sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh para oknum supporter dari Aremania.
"Ini sangat disayangkan. Karena ini adalah kesekian kali Arema FC mendapatkan denda akibat flare," terang Haris di Kabupaten Malang, Minggu (11/9/2022) menlansir dari Antara, dikutip dari Suara.com.
Haris menjelaskan, Arema FC juga pernah mendapatkan sanksi serupa pada sebelumnya ketika melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.
Dengan adanya perilaku oknum pendukung yang menyalakan flare di tengah laga tandang tersebut, memang di luar kendali Panpel Arema FC.
Maka dari itu dirinya berharap sanksi denda yang diberikan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI merupakan yang terakhir.
“Kami berharap ini adalah yang terakhir. Di pertandingan tandang, kita tidak bisa mengendalikan dari sisi sistem pengamanan. Namun sesuai dengan kesepakatan, Aremania bisa saja menerapkan hukum adatnya,” kata Haris.
Berdasarakan surat dari Komdis bernomor 046/L1/SK/KD-PSSl/IX/2022 yang diterima oleh manajemen Arema FC, terjadi penyalaan satu flare suporter Singo Edan di Tribun Barat.
Didukang dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran kode disiplin Komdis PSSI. Jika merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, Arema dikenakan sanksi denda sebesar Rp50 juta.
Baca Juga: Bharada E Harus Bertemu Orang Tuanya Sebelum Sidang untuk Pulihkan Rasa Traumanya
Maka Pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Sehingga secara total, Arema FC dari awal musim hingga sekarang telah mendapatkan sanksi denda sebesar Rp320 juta dari beberapa pelanggaran yang dilakukan.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Arema FC Kembali Disanksi Denda akibat Flare di Markas Barito Putera
-
Bobotoh Putuskan Tak Datang ke Malang saat Perib Melawan Arema FC: Suatu Hari Nanti
-
Gairah Puncak Daisuke Sato Perkuat Lini Belakang Persib, Beckham Putra dan Ricky Kambuya Siap Tarung
-
Luis Milla Bilang Arema FC Tim Pekerja Keras, Semua Pemain Persib Harus Disiplin
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Andi Sudirman Terima Penghargaan Dekranas, Mendagri Puji Sulsel Sebagai Tuan Rumah
-
Parkir Liar di Makassar Kembali Makan Korban, Munafri Ultimatum PD Parkir
-
Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang