SuaraCianjur.id- Banyak orang yang melakukan diet untuk mengatasi berat badan yang dianggap gemuk, termasuk perut buncit. Namun utnuk mengatasi permasalah perut buncit bukan hanya itu saja.
Masalah seseorang yang memiliki perut buncit, bisa dari segi asupan makanan sehari-hari. Maka ada dua makanan yang ternyata bisa menyebabkan penumpukan lemak serta perut menjadi buncit. Tentu saja ini harus dihindari.
Menurut dr.Zaidul Akbar, dua jenis makanan ini selalu dimakan sehari-hari baik itu secara sadar ataupun tidak. Jenis makanan ini tidak disadari bisa membuat perut buncit karena banyaknya lemak di tubuh, yang tidak terolah sehingga menjadi sampah.
Melansir dalam akun Youtube Bisikan.com, dr.Zaidul Akbar memberitahu jenis makanan yang harus dhindari oleh seseorang berperut buncit, atau untuk menghindari hal itu agar tidak terjadi.
Menurut dr Zaidul Akbar dua jenis makanan yang menjadi penyebab timbulnya penumpukan lemak hingga menyebabkan perut buncit adalah tepung dan nasi goreng.
Tepung menurut dr.Zaidul Akbar menjadi salah satu faktor dari sebagian besar masalah dalam penumpukan lemak di badan. Sering mengkonsumsi tepung, maka akan menyebabkan perut buncit.
Tepung merupakan bahan olahan, yang biasa dikonsumsi orang Indonesia. Maka tak heran banyak orang yang memiliki perut buncit, karena sudah menjadi keseharian makan dari bahan tepung.
Menurut dr.Zaidul Akbar orang Indonesia banyak yang makan nasi dengan ditemani kerupuk yang terbuat dari tepung.
“Kerupuknya tepung kan digoreng jadi lemak lagi,” terang dr Zaidul Akbar, seperti dikutip pada hari Kamis (15/9/2022).
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Noktah Merah Perkawinan yang Tayang Hari Ini, Adaptasi dari Sinetron Lawas
Kemudian dr.Zaidul Akbar menjelaskan kenapa Nasi Goreng bisa bikin perut buncit. Makanan yang satu ini sudah menjadi ciri khas masakan Indonesia. Hampir di setiap penjuru wilayah, makanan ini bisa ditemui.
Nasi goreng faktor perut buncit karena terkandung lemak.
“Nasi goreng secara umum isinya gula, jenisnya gula sederhana karena gula kompleksnya, seratnya, vitaminnya, enzimnya sudah hilang dengan pengolahan beras tadi,” terang dr Zaidul Akbar.
Maka dari itu dr.Zaidul Akbar menyarankan untuk menghindari atau mengurangi konsusmi kedua makanan tersebut bagi seseorang yang mengalami perut buncit atau tidak ingin membuat perut menjadi buncit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Alih Fungsi Kali Ciputat Jadi Bintaro Xchange Mall Diduga Cacat Hukum dan Salah Gunakan Wewenang
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
SF Hariyanto Sering Disebut, Diminta Dihadirkan dalam Sidang Abdul Wahid
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026