SuaraCianjur.id- Tips kesehatan dari dr Zaidul Akbar memberikan solusi bagi seseorang yang mengalami radang usus besar dengan bahan-bahan herbal yang sehat dan aman.
Selain menggunakan obat-obatan medis, menurut dr. Zaidul Akbar ada cara untuk mengobati sakit radang usus besar dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
Sebuah tumbuhan alami yang bisa dijadikan sebagai obat alternatif untuk mengatasi sakit radang usus besar.
Menurut dr.Zaidul Akbar, bahan alami tersebut di antaranya adalah lidah buaya.
Radang usus besar disebut juga jua pancolitis, yakni peradangan yang terjadi pada seluruh lapisan organ usus besar.
Tanda – tanda usus bermsalah seperti merasakan tidak nyaman di bagian perut. Contohnya timbul gejala seperti gas, kembung, diare, sembelit, dan sakit perut, ini bisa menjadi tanda sindrom iritasi usus besar (IBS), suatu kondisi umum yang mempengaruhi usus besar.
Menurut dr. Zaidul Akbar bahan alami yang dapat mengatasi radang usus besar tersebut adalah lidah buaya.
Kenapa lidah buaya?
"Lidah buaya juga bersifat antiperadangan, cara membuatnya kupas lalu cuci hingga lendirnya hilang," kata dr. Zaidul Akbar melansir dari kanal youtube Sehat Sunnah, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: Selain Hakim MA, KPK Turut Amankan Sejumlah Uang Asing saat OTT, Terkait Kasus Apa?
Lidah buaya yang telah dibersihkan kemudian bisa dipotong sesuai keinginan. Setelah itu, ditambahkan madu. Racikan resep obat herbal ini bisa dikonsumsi setiap hari.
Selain itu lidah buaya turut memiliki sifat pendinginan, yang dapat menghentikan pendarahan. Penyebab paling umum dari radang usus besar yakni kolitis ulseratif. Tapi bisa juga disebabkan oleh infeksi C. difficile.
Menurut dr.Zaidul Akbar, kondisi seperti ini kerap kali berkaitan dengan gangguan peradangan umum seperti rheumatoid arthritis.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor pemicu radang usus besar:
1. Sistem kekebalan tubuh lemah
2. Keturunan, orang dengan anggota keluarga yang memiliki kondisi ini sering memiliki penyakit radang usus.
Tag
Berita Terkait
-
Tanpa Sadar Makanan Mati Selalu Dikonsumsi, Kata dr.Zaidul Akbar Waspada Dampaknya, Bikin Tak Ada Gairah
-
Tips Kesehatan Bagi Penderita Kekurangan Hemoglobin Coba Makan Jenis Buah Ini dan Cara Pencegahannya
-
Waspada Suka Posting Foto Bisa Disambar Ain, dr.Zaidul Akbar Sampai Alami Ini, Sangat Mengerikan Segera Hindari!
-
Hati-hati Nyeri Tulang Belakang, Kata dr.Zaidul Akbar Coba Lakukan Bekam dan Konsumsi Bahan Herbal Ini Biar Sehat!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih